Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jauhi Mitos, Nikmati Gerhana Bulan

Dhika Kusuma Winata
29/1/2018 11:01
Jauhi Mitos, Nikmati Gerhana Bulan
(Sumber: Lapan/Grafis: Tim MI)

GERHANA bulan total yang akan terjadi pada Rabu (31/1) lusa bakal terlihat di seluruh wilayah Tanah Air. Proses gerhana dimulai pukul 18.48 WIB dan mencapai puncaknya antara pukul 19.52 dan 21.08 WIB. Masyarakat diajak untuk menikmati fenomena alam yang tergolong langka itu. Gerhana aman disaksikan dengan mata telanjang.

“Mari manfaatkan fenomena gerhana bulan total untuk edukasi publik. Jauhkan mitos dengan mempelajari sains. Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya tanpa teleskop. Syaratnya, cuaca harus cerah,” kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, kemarin.

Profesor riset astronomi dan astrofisika itu menjelaskan gerhana bulan kali ini menarik karena mencakup tiga fenomena sekaligus. Pertama ialah supermoon karena jarak bulan berada dekat dengan bumi sehingga bulan tampak lebih besar daripada biasanya.

Kedua, blue moon karena merupakan purnama kedua pada Januari. Ketiga, blood moon karena bulan bakal tampak memerah bak warna darah. Fenomena serupa terakhir kali terjadi pada sekitar 1886.

“Jadi gerhana bulan pada 31 Januari 2018 boleh disebut sebagai super-blue-blood-moon,” ucapnya.

Ia menambahkan pihaknya mengadakan edukasi publik pengamatan gerhana bulan di pusat pengamatan Lapan di sejumlah daerah, seperti Bandung, Sumedang, Garut, Pasuruan, Biak, Pontianak, dan Bukittinggi. Masyarakat bisa mengikutinya.

Thomas memaparkan pro-ses mulainya gerhana pada 18.48 WIB bakal terjadi pada bagian bawah purnama. Bulan berubah menjadi gelap akibat bayangan bumi. Kemudian pukul 19.52 WIB hingga 21.08 WIB bulan menjadi gelap kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti bulan.

Potensi rob
Menurut dia, pada saat gerhana nanti ada potensi rob akibat pasangnya air laut. Dalam kondisi normal, kondisi pasang menyebabkan limpasan air laut. Pada saat gerhana terjadi, efeknya bertambah karena matahari, bumi, dan bulan berada pada posisi segaris.

“Perlu diwaspadai ketika ada cuaca buruk di laut yang menimbulkan gelombang tinggi. Dampaknya banjir rob makin melimpas jauh ke daratan. Dampak lainnya kalau terjadi banjir akibat hujan lebat di daratan, banjir akan lama surutnya karena dampak pasang maksimum tersebut,” tandasnya. (Dhk/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya