Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Idrus Marham mengatakan layanan dukungan psikososial merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan dalam penanganan bencana. Hal itu dikemukakannya saat mengunjungi tempat pengungsian korban gempa di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/1).
Idrus menjelaskan dukungan psikososial harus diberikan karena bermanfaat untuk memulihkan kondisi para korban pascabencana. Dengan adanya dukungan psikososial, mereka diharapkan dapat kembali hidup seperti sedia kala.
Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Dalam Pasal 25 dijelaskan bahwa pemenuhan hak dasar bagi korban bencana ialah pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi, sandang, pangan, pelayanan kesehatan, pelayanan psikososial dan penampungan serta tempat hunian.
“Saya juga tekankan bahwa dalam proses pemberian layanan psikososial anak-anak harus diajarkan pula tentang pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana,” katanya.
Menurutnya, anak-anak yang paling rentan dalam sebuah bencana. Oleh karena itu, Mensos meminta agar Tim Layanan Dukungan Psikososial Kemensos memberikan trauma healing kepada anak-anak.
Pada kesempatan itu, Mensos juga menyampaikan bantuan bagi para korban yang terdampak bencana. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 386 kabupaten/kota di zona bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi. Terdapat 233 kabupaten/kota di rawan tsunami, 75 kabupaten/kota terancam erupsi gunung api. Kemudian sebanyak 315 kabupaten/kota di daerah bahaya sedang-tinggi banjir, dan 274 kabupaten/kota daerah bahaya sedang-tinggi bencana longsor.
Oleh karena itu, lanjut Mensos, sebagai negara yang rawan bencana, masyarakat harus tangguh dalam menghadapi bencana. “Untuk mendorong masyarakat sadar bencana, harus ditanamkan sejak dini,” tegasnya.
Sementara itu, beberapa anak di pengungsian di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam pengakuan kepada tim psikososial Kemensos mengalami rasa takut berada di dalam rumah. Saat dita-nya mengenai kronologi kejadian, tiba-tiba mereka menunduk terdiam dan mata berkaca-kaca.
Luka jiwa
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat mengatakan terapi psikososial bagi korban gempa terutama anak-anak harus dilakukan sedini mungkin. Luka jiwa yang membekas pada anak-anak akan menimbulkan perasaan seperti lebih sensitif, mudah takut, mudah curiga, tidak percaya, dan trauma.
“Trauma ini, jika tidak segera diterapi, dikhawatirkan dalam jangka panjang memengaruhi mental, pandangan, dan reaksi emosional korban.”
Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,1 SR terjadi pada Selasa (23/1) pukul 13.34 WIB. Sebanyak tujuh kabupaten terdampak gempa ialah Provinsi Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur. Sementara di Provinsi Banten meliputi Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang. (H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved