Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kemensos Kirim Bantuan Makanan Ke Asmat

MICOM
16/1/2018 15:10
Kemensos Kirim Bantuan Makanan Ke Asmat
(MI/Marcelinus Kelen)

KEMENTERIAN Sosial telah mengirimkan bantuan makanan guna ikut membantu mengatasi kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk diKabupaten Asmat, Papua.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya yang diterima
di Jakarta, Selasa (16/1) mengatakan sebanyak 16.000 paket makanan kaleng senilai Rp725 juta telah dikirim ke Timika Papua, Minggu (14/1) dan telah
didistribusikan secara bertahap sejak Senin (15/01) kepada masyarakat
terdampak di Kabupaten Asmat.

"Paket lauk pauk A,B,C,D telah dikirimkan bersama tim Kemensos ke Asmat.
Jumlah tersebut bisa ditambah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan,"
kata Khofifah.

Selain paket makanan, Kementerian Sosial bersama dinas sosial setempat juga
telah mengirimkan bantuan logistik berupa tiga ton beras, 200 lembar selimut, 200 matras, dua tenda keluarga, dan 50 food ware.

"Sebagai langkah awal, bantuan pangan diupayakan dari wilayah yang berbatasan dengan Asmat. Tim juga membawa makanan berupa umbi-umbian,"
imbuhnya.

Sebanyak 63 orang anak meninggal akibat kejadian luar biasa (KLB) campak disertai gizi buruk di Asmat dalam empat bulan terakhir.

KLB tersebut terjadi di enam distrik di Kabupaten Asmat. Sejak September
2017 hingga kini, RSUD Asmat dilaporkan merawat ratusan pasien campak.
Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan dan 175 orang rawat inap.

Khofifah menerangkan, Distrik Agats yang merupakan Ibukota Kabupaten Asmat telah tersentuh bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan juga Beras Sejahtera (Rastra) sejak 2016.

Bantuan disalurkan melalui PT POS Indonesia, sedangkan pada 2017 penyaluran dilakukan melalui Bank Rakyat Indonesia. Di distrik tersebut, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 175 KPM. Sementara KPM hasil Validasi 2018 sebanyak 196 KPM sehingga total sementara 371 KPM.

Selain itu, Kementerian Sosial pun menggelontorkan dana bantuan Program Komunitas Adat Terpencil senilai Rp3,1 miliar. Jenis bantuan yang diberikan antara lain berupa permukiman sosial, jaminan hidup, bantuan bibit, peralatan kerja, dan peralatan rumah tangga.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya