Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pemda Diminta Gencar Melakukan Vaksinasi Ulang Mandiri

Indriyani Astuti
25/12/2017 16:48
Pemda Diminta Gencar Melakukan Vaksinasi Ulang Mandiri
(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

PEMERINTAH melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkoordinasi dengan kementerian terkait agar pemerintah daerah turut gencar melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi ulang pasca kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri, secara mandiri. Itu dimaksudkan untuk pencegahan agar wabah tidak semakin meluas.

" Semestinya yang belum bersemangat untuk melaksanakan pencegahan. Jangan menunggu sakit baru bergerak," ujar Sekretaris Jenderal Kemenkes Untung Suseno di Jakarta, Senin (25/12).

Untung mengatakan meskipun baru tiga provinsi yang melakukan ORI secara serentak yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, tetapi hampir semua daerah sudah bergerak melakukan imunisasi ulang. Kemenkes, sambung Untung, juga telah berkoordinasi dengan melibatkan lintas Kementerian dan Lembaga agar upaya imunisasi ulang di sejumlah daerah dapat berhasil.

"ORI kok cuma di tiga daerah? Tidak, hampir semua pemerintah daerah sudah bergerak untuk mengarahkan tetapi kita meminta kementerian lain seperti Kementerian Dalam Negeri, TNI dan Polri untuk melakukan upaya ini secara bersama-sama," imbuhnya.

Terkait progress cakupan ORI di tiga provinsi, Untung mengatakan tergantung setiap daerah. Diperkirakan sudah mencapai 65 persen dari target 95 persen. Menurutnya, pemerintah mengantisipasi libur akhir tahun. Sebab, pemberian imunisasi difteri juga menyasar anak sekolah.

Stok Memadai

Berdasarkan data terbaru dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dilaporkan difteri terjadi di 142 kota/kabupaten, 600 kasus dan 38 di antaranya meninggal dunia. Menanggapi hal itu, Untung tidak menampik. Pemberian vaksin, ujarnya dilakukan sebagai upaya pencegahan. Sedangkan pasien yang sudah terkena difteri perlu diberikan antidifteri serum (ADS).

Untung menjelaskan perusahaan milik pemerintah, Bio Farma telah memberikan 700 vial ADS. Pemerintah juga meminta pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat mengimpor lebih banyak ADS. Sehingga pada bulan ini ditargetkan dapat tersedia 4000 vial.

Sementara, mengenai vaksin untuk difteri, Kemenkes memastikan stoknya cukup. Bio Farma, tuturnya, juga terus menambah jumlah vaksin setiap bulannya.

"Vaksinnya tersedia kita punya buffer (stok cadangan) yang digunakan untuk imunisasi," ucapnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya