Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUKA agama Indonesia dan pemuka agama AS diharapkan dapat melakukan dialog antaragama lanjutan pascapertemuan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAP) Din Syamsuddin dengan lima tamu asal AS.
"Ada saran untuk melakukan dialog antara pemuka agama-agama di Indonesia dan pemuka-pemuka agama di AS," ujar Din saat menerima delegasi AS. Mereka terdiri dari dua anggota Kongres AS Michael M Honda dan Tom Taylor, Hakim Agung New York Bruce Balter, aktivis Global Youth Food Project Wendi Taylor, dan perwakilan Advokasi Silicon Valley Mahmud Altun.
Menurut Din, dialog semacam itu sangat penting diadakan antara Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia dan Amerika.
Hal itu antara lain bertujuan menghilangkan islamofobia di AS maupun fobia terhadap AS di negara-negara Islam. Oleh karena itu, untuk mematangkan rencana dialog lanjutan tersebut, Din akan segera membahasnya dengan Duta Besar AS.
Ia mengatakan dialog semacam itu pernah digelar pada 2010. Pada Januari 2010, pernah berlangsung Indonesia-AS Inter Faith Dialogue Forum di Jakarta. Ketika itu sebanyak 25 tokoh agama AS datang ke Indonesia.
Dialog tersebut dilanjutkan dengan kunjungan balasan para tokoh agama Indonesia ke AS pada Desember tahun yang sama. Di New York delegasi Indonesia berbicara di PBB, sedangkan di Washington DC delegasi bertemu dengan anggota kongres di Capitol Hill, dilanjutkan dengan bertemu tokoh agama AS di Gedung Putih.
Pertemuan antara Din dan delegasi AS di Jakarta, kemarin, berlangsung sekitar 1 jam. Din sempat menguraikan Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, jelas Din, menjadikan Indonesia satu.
Dilirik dunia
Ia juga mengatakan dunia mengakui bahwa tingkat kerukunan masyarakat Indonesia relatif bagus karena agama di Indonesia sejatinya mengajarkan kasih sayang dan perdamaian. Sesungguhnya, ujar Din, itulah watak sejati semua agama.
"Watak sejati agama ditambah dengan faktor kedua nilai-nilai yang mengikat kita, yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, oleh pemeluk agama-agama diyakini beririsan dengan nilai-nilai agama. Ini telah menjadi semacam landasan bersama," jelas Din.
Modal inilah, tambahnya, yang sekarang dilirik dunia. Keberagaman yang menekankan kasih sayang oleh bangsa Indonesia dijadikan perekat antarumat.
Delegasi AS merupakan tamu ketiga Din selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. Mereka juga memberikan pemahaman dan penghargaan kepada Indonesia yang masyarakatnya dinilai relatif stabil dan rukun walaupun terdiri dari umat berbagai agama, suku, bahkan tinggal terpencar pada ribuan pulau.
Hakim Agung New York Bruce Balter memuji Indonesia. "Komisi Pemberantasan Korupsi Anda bagus. Zakat juga bagus. Mengumpulkan dana untuk disalurkan ke seluruh umat. Betul, kan?" ucapnya. Sementara itu, perwakilan Advokasi Silicon Valley Mahmud Altun yang pernah tinggal di Indonesia pada 2006-2007 sempat megadopsi acara buka bersama ala Indonesia di AS.
"Kami undang pemuka agama di AS untuk berbuka bersama. Kami berbuka di Katedral dan saya kumandangkan azan," kata dia sambil menunjukkan video azan. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved