Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Berita Baik Pupuskan Hoaks

Dhika Kusuma Winata
28/11/2017 09:20
Berita Baik Pupuskan Hoaks
()

HOAKS atau berita bohong yang terus menjamur perlu dihadapi dengan lebih serius dan konsisten oleh negara.

Pasalnya, hoaks tidak hanya menimbulkan kegelisahan di masyarakat tetapi sudah merusak sendi-sendi demokrasi.

"Hoaks mengganggu Indonesia yang terus berupaya menjaga kesatuan dalam keberagaman," kata peneliti Australia Angela Romano dalam kuliah umum bertajuk How To Control Hoax yang digelar di UI, Depok, kemarin.

Menurut Associate Professor of Journalism di Queensland University of Technology itu, Indonesia mengalami masalah terkait hoaks lebih serius ketimbang Australia.

"Para pembuat hoaks memanfaatkan isu rasial dan agama untuk menyerang pemerintah, figur politik, dan partai. Saya melihat hoaks di Indonesia mengganggu ketertiban dan keamanan publik."

Ke depan, pemerintah perlu berbenah agar bisa menjadi sumber informasi andal bagi masyarakat.

"Semakin publik diberi informasi berkualitas dan makin ada banyak diskusi, kekuatan hoaks semakin menurun."

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza mengakui pemerintah sedang berbenah untuk menguatkan peran komunikasi lembaga negara.

"Humas masa kini harus aktif. Presiden menekankan bagaimana menguatkan peran humas pemerintah."

Sementara itu, dalam Konvensi Humas Nasional (KHN) 2017 yang dihadiri sekitar 700 praktisi, akademisi, dan mahasiswa disepakati untuk menebarkan semangat positif melalui gerakan #IndonesiaBicaraBaik.

"Kami harap tema #IndonesiaBicaraBaik memberikan pemahaman bahwa penduduk Indonesia adalah humas bagi bangsa ini," kata Ketua Perhumas Agung Laksmana di IPB International Convention Center, Bogor, kemarin.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambut positif hal itu karena apabila #IndonesiaBicaraBaik menggema, kepercayaan publik nasional maupun internasional terhadap Indonesia semakin baik lagi.

"Mari kita tumbuhkan optimisme bahwa Indonesia itu baik. Kita harus berpikir positif agar Indonesia bisa lebih maju," ujar Rudiantara.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widyastuti menambahkan kini penduduk Indonesia mencapai 262 juta di mana sekitar 51% adalah pengguna internet dan sekitar 40% aktif di media sosial.

"Makna dari realita itu adalah setiap detik masyarakat kebanjiran informasi negatif dan positif. Setiap menit ada 98 ribu cuitan dan 168 juta email. Betapa sibuknya lalu lintas di dunia maya. Kita seolah-olah duduk tenang tetapi realitasnya sibuk sekali,"ungkap Rosarita.

Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo mengatakan bahwa kunci melawan hoaks adalah verifikasi.

"Fakta harus dimaknai dalam konteksnya agar mempunyai manfaat dan jurnalisme menjadi kuat. Wartawan itu harus bekerja dalam kerangka itu."
Tentang #IndonesiaBicaraBaik, lanjut dia, sejalan dengan tagline ulang tahun ke 17 Metro TV, yaitu Adiwarna Bangsa.

"Adiwarna artinya keren banget. Bagus sekali, indah sekali. Indoneia sebagai bangsa dan negara itu luar biasa. Bung Karno mengatakan taman sari.

Tag line #IndonesiaBicaraBaik juga punya makna sangat baik," tandas Tommy, panggilan akrab Suryopratomo. (DD/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya