Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH secara intensif berupaya menghentikan pemakaian merkuri oleh masyarakat, terutama dalam aktivitas penambang-an rakyat.
Salah satunya dengan memberikan alternatif teknologi dalam bidang pengolahan.
Menurut Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati, ha-dirnya teknologi alternatif pengolahan hasil tambang tanpa merkuri merupakan salah satu solusi.
Selama ini, untuk menekan penggunaan merkuri pihaknya melakukan penegakan hukum bersama Polri dan TNI.
"Pemerintah sekarang tengah serius memerangi merkuri karena sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Namun, memberantas (merkuri) saja tidak cukup. Maka, kita perlu memberi tawaran solusi dengan teknologi alternatif pengolahan hasil tambang tanpa merkuri yang bisa kita jamin tidak merugikan kesehatan dan tidak merusak lingkungan," kata Vivien, kemarin.
Ia mengatakan itu di sela kunjungan ke lokasi pembangunan fasiltas teknologi pengolahan emas nonmerkuri di pertambangan emas skala kecil di Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.
Fasilitas yang tengah diba-ngun di areal seluas 1.200 meter persegi tersebut merupakan salah satu proyek percontohan dari KLHK bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan masyarakat setempat dalam upaya mengajak mereka menghentikan penggunaan merkuri.
"Di Lebak ini banyak sekali titik penambangan rakyat yang legal sebagai wilayah pertambangan rakyat, tetapi sangat berisiko karena mereka bertahun-tahun menggunakan merkuri. Hadirnya fasilitas pengolahan ini bertujuan membantu masyarakat agar beralih ke teknologi yang lebih aman dan nyaman serta berkualitas lebih baik," jelas Vivien.
Dalam skala nasional, ujarnya, pemerintah sudah memetakan 14 wilayah pertambangan rakyat yang legal karena sudah mendapatkan izin dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral.
Di lokasi itu juga akan dibangun fasilitas pengolahan serupa.
Lokasi tambang antara lain berada di Aceh Jaya, Sijunjung, Kulonprogo, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Konawe, Gorontalo, Bone Bolango, Kapuas Hulu, Pacitan, Banyumas, Tatelu, dan Sekotong.
"Kami berharap sinergi dengan daerah bisa berjalan dengan baik sehingga program ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Hasil maksimal
Kepala Subdirektorat Penanganan Limbah B3 KLHK Edward Nixon Pakpahan menjelaskan teknologi alternatif yang digunakan dalam pengolahan emas merupakan teknologi sianidasi yang dipilih setelah melakukan kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
"Teknologi ini dipakai karena selain berdasarkan hasil referensi di seluruh dunia bahwa sianidasi memang biasa digunakan, juga karena kami pernah melakukan uji coba di lab BPPT," jelasnya.
Ia menyebutkan uji coba dilakukan pada tiga teknologi, yakni sianida, tiosulfat, dan tiourea.
Hasilnya menunjukkan bahwa sianida adalah teknologi yang terbaik untuk me-recovery emas sampai 85%, atau jauh di atas merkuri yang hanya mampu mengahsilkan maksimal 45%. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved