Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Guru-Orangtua Bersatu Tangkal Radikalisme

Puput Mutiara
24/11/2017 13:30
Guru-Orangtua Bersatu Tangkal Radikalisme
(MI/ADAM DWI)

Dunia pendidikan di Tanah Air hingga kini masih dihinggapi berbagai persoalan. Salah satunya radikalisme. Sejumlah paham radikal, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, konon mulai masuk dan mendoktrin generasi muda dari lingkungan sekolah.

Padahal, idealnya, institusi atau lembaga pendidikan harus dapat menjadi benteng kukuh dalam menangkal radikalisme. Apalagi terdapat guru yang notabene memiliki peran penting bukan hanya sebagai pengajar, melainkan juga pendidik bagi para siswa.

Guru produktif teknik pendingin dan tata udara SMKN 29 Jakarta Penerbangan Lia Amalia menganggap secara umum guru telah menjalankan peran mereka dengan baik di sekolah. Cuma, perlu ada sinergi yang juga melibatkan peran orangtua dalam mendidik anak di rumah.

“Tetap harus ada kerja sama antara guru dan orangtua dalam mengontrol perilaku anak. Tanpa kita sadari, pengaruh radikalisme juga bisa datang dari teman bermain atau lingkungan tempat tinggal,” ujar Lia saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (22/11).

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari kunci keberhasilan guru dalam menanamkan nilai-nilai moral yang baik sebagai fondasi menangkal radikalisme. Tidak cukup pula kita hanya mengandalkan sarana dan prasarana yang memang belum sepenuhnya memadai di sekolah.

Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah MTs Daar El Khairat, Serang, Banten, Yulyasari. Guru dan orangtua mestinya sadar akan peran masing-masing, apalagi di tengah arus globalisasi yang sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap pola pikir dan perilaku anak.

“Dunia pendidikan kita sudah semakin berat tantangannya. Kalau kita lihat, perubahan yang paling terasa ialah moral siswa. Dengan demikian, kalau mau membentengi mereka dari pengaruh-pengaruh paham radikalisme, itu dulu yang harus kita diperbaiki,” ucapnya.

Pendidikan karakter
Pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur menekankan pendidikan karakter menjadi jurus utama dalam upaya menangkal radikalisme. Guru sebagai garda terdepan di sekolah sepatutnya membekali siswa dengan akhlak yang baik.

Hal itu dirasa penting sebab karakter anak dengan sendirinya akan terlihat dari perilaku atau akhlak sehari-hari. Pun agar tidak mudah dirasuki paham-paham radikal, kekuatan mental juga perlu dibangun sejak dini melalui pendidikan karakter.

“Satu hal penting untuk dipahami bahwa seorang guru harus tahu karakter bangsa yang ingin ditanamkan kepada para siswa. Tentu, ini mesti sejalan dengan spirit dan cita-cita dari perjuangan para pendahulu,” ungkapnya.

Esensi perjuangan di masa lampau ialah menginginkan pendidikan di Tanah Air terus berkembang. Hal tersebut tecermin dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo yang menekankan pendidikan karakter sebagai bagian dari revolusi mental.

“Tantangannya ialah bagaimana para guru itu bisa memberi contoh karakter yang baik. Salah satunya guru tidak berperilaku dan berpikir secara radikal,” tukas Mansur. (S-4)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya