Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Konsumsi Susu RI masih Rendah

23/11/2017 08:47
Konsumsi Susu RI masih Rendah
(ANTARA/ALOYSIUS JAROT NUGROHO)

JUMLAH konsumsi susu masyarakat Indonesia masih menjadi yang terendah di ASEAN.

Data Bappenas dan Kementerian Perindustrian menyebut rata-rata nasional konsumsi susu orang Indonesia hanya 11-12 liter per orang per tahun.

Itu jauh di bawah angka rata-rata konsumsi susu negara ASEAN yang di atas 20 liter per orang per tahun.

"Bila dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, Indonesia masih sangat rendah. Perlu edukasi dan pemberian pemahaman akan pentingnya susu," ujar Syahbanta Sembiring, Country Head Marketing & Sales Indonesia PT Austasia Food, di peternakan susu Greenfields, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kemarin.

Meski begitu, lanjut Syahbanta, dalam beberapa tahun belakangan, konsumsi susu di Indonesia tetap mengalami penaikan meski belum signifikan.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi serta perubahan gaya hidup dianggap menjadi salah satu pemicunya.

"Kita lihat sekarang banyak juga kafe yang menggunakan susu di produknya. Itu jadi salah satu kontributor konsumsi susu di Indonesia saat ini," jelas Syahbanta.

Ahli nutrisi dari Universitas Ciputra Surabaya Matthew Latnz Blaylock mengatakan susu merupakan salah satu sumber pangan terbaik untuk dikonsumsi.

Susu segar yang telah dipasteurisasi mengandung 11 jenis vitamin dan mineral yang tidak bisa digantikan hanya satu jenis makanan atau minuman tertentu saja.

"Bisa digantikan misalnya oleh bayam, tapi butuh setidaknya empat porsi makan bayam untuk menggantikan protein dari satu gelas susu," ujar Matthew.

Ia menjelaskan setiap orang harus mengonsumsi setidaknya dua gelas susu per hari.

Konsumsi itu penting khususnya bagi orang di bawah usia 20 tahun.

"Karena untuk mendapat manfaat dari konsumsi susu harus dimulai dengan konsumsi sejak kecil. Ketika seseorang sudah di atas 20 tahun, fondasi pembentukan tulang dan unsur tubuh lain sudah tidak akan maksimal, akan berpotensi tinggi mengalami masalah ketika dewasa bila tidak dimaksimalkan sejak di bawah 20 tahun," terang Matthew. (Pro/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya