Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

RI Bagi Kiat Sukses Pengelolaan Gambut

Eni Kartinah Dari Bonn, Jerman
17/11/2017 07:33
RI Bagi Kiat Sukses Pengelolaan Gambut
(ANTARA/SAPTONO)

KEBERHASILAN pengelolaan gambut di Indonesia mendapat apresiasi dunia internasional.

Indonesia dianggap memiliki komitmen kuat dalam perlin-dungan ekosistem gambut.

Hal itu disampaikan Erik Solheim, Direktur Eksekutif United Nations of Environment Programme, dalam jumpa pers Inisiatif Pengelolaan Gambut Global yang menjadi salah satu sesi pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP 23 di Bonn, Jerman, Rabu (15/11).

Pada sesi itu Indonesia yang diwakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, bersama perwakilan dari Peru dan Kongo, diundang untuk berbagi pengalaman terkait dengan pengelolaan gambut.

"Indonesia memiliki lebih dari 26 juta hektare lahan gambut, yaitu lebih dari 12% luasan hutan di Indonesia. Kandungan karbon yang diperkirakan mencapai 6 ton per hektare per kedalaman 1 cm dapat menjadi sumber masalah karena emisinya saat terbakar. Namun, pada saat bersamaan juga bisa menjadi solusi potensial jika dikelola dengan baik, dalam konteks mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," tutur Siti.

Pada kesempatan itu ia kembali menekankan komitmen Indonesia dalam mencegah degradasi lahan gambut dan kebakaran lahan gambut, antara lain melalui terbitnya Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Dalam rangka percepatan pemulihan gambut setelah kebakaran besar pada 2015, Siti Nurbaya menyampaikan saat ini telah dibentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) yang bertugas merehabilitasi 2 juta hektare pada 2019.

Saat ini upaya restorasi telah menjangkau 2,49 juta hektare (1,1 juta hektare oleh pemerintah dan mitra kerja, 1,39 juta hektare oleh pihak swasta/perusahaan perkebunan).

Siti juga menyambut baik kerja sama dan kemitraan, serta program kolaborasi teknis, yang diharapkan dapat difasilitasi UNEP dan mitra internasional lain.

Dalam kesempatan itu pakar gambut internasional Prof Hans Jostein menyatakan kunci perlindungan gambut ialah faktor air.

"Ada empat hal prinsip dalam perlindungan gambut dari kerusakan, yaitu membuat gambut menjadi basah, menjaga gambut tetap basah, membuat gambut yang kering menjadi basah, dan menggunakan gambut dalam kondisi basah." (Nik/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya