Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Miris, Alat Pendeteksi Kanker Payudara di Indonesia Hanya 20 Unit

LB Ciputri Hutabarat
16/11/2017 10:59
Miris, Alat Pendeteksi Kanker Payudara di Indonesia Hanya 20 Unit
(MI/Arya Manggala)

INDONESIA sangat kekurangan alat pendeteksi kanker payudara. Ketua Yayasan Kanker Indonesia Linda Gumelar mengatakan Indonesia saat ini hanya memiliki 20 alat pendeteksi kanker payudara.

"Sehingga (masyarakat) dari Indonesia timur harus ke Makassar, dari Surabaya harus ke Jakarta. Masih banyak RS yang tak memiliki alatnya," kata Linda di Kantor Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (16/11).

Linda menjelaskan, alat tersebut perlu ditambah berhubung angka kematian karena kanker payudara semakin tinggi. Menurut data kesehatan yang ia pegang 21,5% dari setiap 100 rihu orang meninggal karena kanker payudara.

"70% dari mereka baru memeriksakan diri ke dokter dan ternyata sudah stadium akhir. Padahal jika diperiksakan dini, kanker payudara 90% bisa disembuhkan," terang Linda.

Adapun alat pendetksi kanker payudara yang perlu ditambah ialah Mamografi dan alat USG. Selain peralatan, Indonesia juga masih kekurangan sumber daya manusia yang cakap menangani kanker payudara.

"Spesialis radiologi dan hematologinya juga masih kurang. Jadi ya mudah-mudahan pemerintah masyarakat dan swasta bisa sama-sama bantu," jelas Linda. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya