Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Semua Pihak Harus Cegah Kanker Serviks

Dhika Kusuma Winata
11/11/2017 14:00
Semua Pihak Harus Cegah Kanker Serviks
(MI/RAMDANI)

KANKER serviks masih menjadi momok bagi perempuan Indonesia.

Pasalnya, sebagian besar penderita kanker serviks mengalami keterlambatan diagnosis yang ikut meningkatkan risiko kematian.

Karena itu, partisipasi aktif masyarakat untuk memeriksakan diri amat penting.

"Screening itu penting. Kalau terjadi, cukup banyak kaum perempuan yang terkena kanker serviks. Namun, kalau bisa, kita cegah. Saya kira upaya pemeriksaan bagi kaum perempuan patut dilakukan," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat meninjau tes IVA (inspeksi visual asam asetat) untuk deteksi kanker serviks yang digelar Partai NasDem, di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, kemarin.

Menkes Nila menyatakan kanker serviks pada perempuan di Tanah Air merupakan pembunuh nomor dua setelah kanker payudara.

Dengan melakukan tes IVA, ia berharap kematian ibu dapat ditekan.

"Dengan melakukan screening, kanker serviks atau kelebihan leher rahim bisa diperiksa. Bisa kita screening. Masyarakat mungkin tidak tahu. Padahal, mereka juga memegang peranan. Dengan sosialiasi dan tes IVA, masyarakat akan menjadi tahu."

Ia menambahkan, pemeriksaan kanker serviks merupakan program nasional yang perlu mendapat dukungan semua pihak, termasuk partai politik.

"Kemudian ini perlu dibantu oleh seluruh komponen, baik itu organisasi profesi, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. Jadi, ini saya kira baik sekali. Jutaan yang sekarang sudah diperiksa," jelasnya.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak Amelia Anggraini menyatakan pihaknya amat konsen dalam upaya perlindungan kesehatan perempuan.

Karena itu, sambung Amelia, diperlukan upaya-upaya pencegahan agar penyakit ini tidak terus menjadi pembunuh perempuan Indonesia.

Ia menambahkan tes IVA gratis tersebut ditargetkan kepada 1.000 perempuan di Jakarta dan masih akan berlangsung hingga hari ini.

"Kegiatan IVA test ini dilaksanakan dua hari di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, bekerja sama dengan Tim Medis dari RCC (Rotary Community Corps-Utami) pimpinan dokter Toni Sumartono Moerdijat," ucapnya.

Biaya mahal

Dalam kesempatan yang sama anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago menyoroti maraknya kasus kanker serviks pada pasien peserta BPJS Kesehatan.

Ia memaparkan, berdasarkan data pada 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan rawat jalan mencapai 12.028 kasus.

Total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp56,5 miliar.

Sementara itu, di tingkat rawat inap tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya Rp87,1 miliar.

Untuk bisa mengobati kanker serviks dengan metode kemoterapi, tambahnya, saat ini bisa mencapai satu tahun waktu tunggu.

Menurutnya, itu disebabkan keterbatasan alat kemoterapi.

"Bisa dibayangkan waktu tunggu untuk kemoterapi satu tahun karena ketidakcukupan alat kemo yang ada di Indonesia dengan seluruh sumber daya manusianya. Sangat mengkhawatirkan sebenarnya," kata Irma yang juga merupakan Ketua Umum Garnita Mahalayati NasDem itu.

Karena itu, lanjutnya, masyarakat harus aktif mendukung program pencegahan dengan memeriksakan diri ke dokter. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya