Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Perempuan Berhenti Batasi Diri

MI
06/11/2017 08:59
Perempuan Berhenti Batasi Diri
(Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) menjadi pembicara dalam kegiatan World Assembly for Women (WAW) 2017, yang dilaksanakan pada 1–3 November 2017 di Tokyo, Jepang---Dok. KKP)

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut ambil bagian dalam World Assembly for Woman (WAW) 2017, yang dilaksanakan pada 1–3 November 2017 di Tokyo, Jepang. WAW merupakan pertemuan yang diinisiasi Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono sebagai salah satu upaya untuk mencapai A Society Where are Women Shine (sebuah masyarakat untuk perempuan dapat bersinar) yang menjadi salah satu isu prioritas di Jepang saat ini.

Dalam kegiatan yang dihadiri Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Masahisa Sato, dan CEO of World Bank, Menteri Susi diundang menjadi salah satu pembicara karena rekam jejaknya di dunia usaha. Menurut dia, perempuan dapat berkontribusi besar dalam memberikan ide praktis untuk kemajuan ekonomi dunia. “Saya melihat perempuan itu apabila diberi kesempatan, ia lebih mempunyai basis knowledge dan lebih menarik,” ungkapnya, Kamis (2/11).

Ia juga pendapat kegiatan mengurus pekerjaan dan rumah tangga alam waktu bersamaan bukanlah halangan bagi perempuan. Justru menurutnya, dengan kebiasaan multitasking tersebut, perempuan menjadi pemimpin yang baik untuk dirinya sendiri dan cakap dalam manajemen waktu. “Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan. Saya rasa, perempuan kalau diberi kesempatan yang sama, ia bisa memberikan kontribusi lebih daripada laki-laki karena punya ide lebih banyak.”

Persamaan hak dan kesempatan ini menurutnya harus diterapkan dari dalam keluarga masing-masing. Anak harus dididik dengan tanggung jawab yang sama tanpa membedakan gender. “Laki-laki harus disadarkan dengan cara kita memberikan contoh kepada perempuan dan mengubah mind set kita bahwa there are no gender differences, dari segi tanggung jawab, kemampuan. Tuhan tidak pernah menyebutkan perempuan dan laki-laki berbeda secara kemampuan,” imbuhnya lagi. Ia juga ingin perempuan berhenti membatasi diri.

Senada dengan hal tersebut, Perdana Menteri Shinzo Abe menegaskan dirinya menyadari pentingnya kontribusi perempuan baik dalam pemerintahan maupun dunia usaha. Untuk itu, ia mengimbau semua negara agar mengubah cara pikir yang membeda-bedakan perempuan dan laki-laki. “Bahkan, negara yang selama ini kita pikir paling terbelakang dalam hal persamaan gender pun sudah mulai menyadari peran perempuan yang sama dengan laki-laki,” tutur PM Abe. (RO/H-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya