Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN ketahanan pangan di Indonesia belum diikuti dengan penurunan angka malanutrisi.
Kondisi itu akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) mendatang karena anak-anak Indonesia saat ini menjadi bagian dari bonus demografi antara 2020 hingga 2030.
Perbaikan dalam mencapai ketahanan pangan yang tidak diikuti oleh keberhasilan dari sisi akses dan konsumsi, terutama asupan pangan itu terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Esta Lestari di Jakarta, kemarin, perbaikan ketahanan pangan tecermin dari menurunnya wilayah dengan prioritas 1 dan 2 atau kategori rawan pangan.
Perbaikan ketahanan pangan ini terutama dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah untuk menjaga sisi ketersediaan.
Namun, keberhasilan tersebut ternyata masih meninggalkan angka malanutrisi yang tinggi, terutama malanutrisi kronis yang justru cenderung meningkat.
Berdasarkan angka Badan Pusat Statistik (BPS) dan BKP 2016, capaian penganekaragaman konsumsi seperti yang ditunjukkan oleh pola pangan harapan (PPH) yang diestimasikan pada skor 86,3, ternyata masih di bawah dari target sebesar 100.
Menurut Esta, ketertinggalan capaian gizi itu harus mendapatkan perhatian.
Sebab, kondisi itu akan memengaruhi kualitas SDM di masa depan.
"Artinya, produktivitas tenaga kerja kita akan ditentukan oleh investasi kesehatan termasuk melalui kualitas asupan pangan saat ini," katanya.
Ia mengatakan faktor ekonomi, terutama pendapatan, memengaruhi kualitas asupan.
Namun, bukan berarti meningkatnya kesejahteraan selalu diikuti oleh asupan dengan gizi yang lebih baik.
Sebab, faktor sosial budaya, terutama gaya hidup dan perubahan peran dalam keluarga, membentuk nilai, selera dan perilaku konsumsi pangan keluarga.
Lebih lanjut ia mengatakan asupan pangan akan menjadi salah satu input pembentuk modal manusia yang memengaruhi kesehatan dan capaian pendidikan di masa depan.
Karena itu, perbaikan pangan dan gizi harus bersinergi dengan bidang lain, terutama pendidikan dan infrastruktur.
Tujuannya ialah untuk meningkatkan efektivitas capaian yang lebih baik dari program-program kesehatan dan gizi yang telah dijalankan pemerintah.
Esta mengatakan sinergi itu mencakup berbagai intervensi lintas sektoral melalui pembentukan perilaku konsumsi pangan sehat sejak dini.
Hal itu harus ditunjang oleh sarana dan prasarana kesehatan serta pendidikan yang saling menunjang.
Selain itu, juga harus diikuti oleh pengembangan sisi hulu, yaitu penyediaan pangan berkualitas yang terjangkau masyarakat.
Protein lain
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengatakan konsumsi ikan bisa diganti dengan protein lain apabila ada riwayat alergi dengan ikan atau makanan laut.
Ia mengatakan itu terkait dengan kampanye slogan Isi piringku sebagai pengganti slogan 4 Sehat 5 sempurna.
Dalam kampanye tersebut Kementerian Kesehatan menekankan untuk mengonsumsi ikan sebagai sumber protein guna meningkatkan gizi masyarakat.
"Kalau saya alergi dengan makanan laut, tentu saya mencari makanan lain," kata Menkes Nila dalam keterangan tertulis, kemarin. (Ant/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved