Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Stunting Mesti Dikeroyok

Indriyani Astuti
02/11/2017 09:50
Stunting Mesti Dikeroyok
(ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A)

PENANGANAN masalah stunting harus dilakukan secara sinergi.

Stunting ialah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi kurang dalam waktu cukip lama akibat pemberian makanan yang tak sesuai kebutuhan gizi.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, penanganannya harus dilakukan secara keroyokan oleh pihak-pihak terkait yakni 13 kementerian dan lembaga (K/L) secara terkoordinasi.

"Sebab masalah stunting tak hanya masalah gizi dan kesehatan, tapi juga terkait dengan cara hidup dan pemenuhan sarana prasarana dasar masyarakat," ujar Puan Maharani seusai memimpin rapat koordinasi penanganan stunting di Kantor Kemenko PMK,Jakarta, kemarin.

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Dikatakan Puan, penurunan angka stunting sejauh ini sudah sesuai target.

Tahun 2016, kata Puan, angka stunting sekitar 30% dan tahun 2017 sudah turun menjadi 27,5%. Padahal target yang disasar tahun ini sebesar 29%.

"Walau begitu kita tetap harus buat sinergi dan gebrakan percepatan menurunkan angka stunting," ungkapnya.

Lebih detail Puan menjelaskan bahwa jika sebelumnya ada 8 kabupaten yang mendapat intervensi khusus penurunan angka stunting, maka 2018 akan ditambah menjadi 100 kabupaten yang mendapat intervensi khusus dengan lokus desa-desa tertinggal.

"Seratus kabupaten/kota percontohan itu akan mencakup lokus-lokus desa yang spesifik," tutur Puan.

Puan menambahkan bahwa stunting perlu dibagi penanganannya.

"Pertama, intervensi spesifik yang dikoordinasikan melalui Kemenkes. Ini terkait misalnya ibu hamil, ibu menyusui, masalah asupan makanan bergizi, dan makanan tambahan."

Adapun intervensi kedua, kata Puan, terkait gizi sensitif yang dikoordinasi dalam 11 kementerian.

Terus ditekan
Pada kesempatan sama, Menkes Nila F Moeloek menjelaskan bahwa memang ada target capaian terukur dari penanganan stunting.

Dalam RPJMN stunting harus turun menjadi 28% dan tahun 2017 sudah 27,5%.

"Walaupun target RPJMN 27%, tapi kita punya keinginan kuat agar bisa ditekan terus sampai 20% agar sesuai batas yang ditetapkan WHO," ujar Nila.

Adapun Menteri Desa Eko Putro Sandjojo menjelaskan bahwa pihaknya memang sudah melakukan banyak langkah terkait peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Bahkan ada target yang terus dikejar, yakni menjadikan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang dan 2.000 desa berkembang menjadi desa maju hingga 2019.

"Sejauh ini kita sudah bisa lihat ada peningkatan kualitas hidup di desa. Misalnya, desa yang tadinya keke-ringan sudah ada embung di sana. Sudah ada PAUD, Puskesdes, sarana Irigasi dan sebagainya. Ini upaya yang kita lakukan dan kaitannya dengan stunting ialah dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat desa, stunting bisa ditekan," jelas Eko. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya