Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MELANOMA adalah sel kanker yang menyerang sel melanosit, yaitu sel pemberi warna pada kulit. Namun, dari beberapa jenis kanker kulit, melanoma maligna merupakan penyakit yang paling mematikan karena penyebarannya tergolong sangat cepat menyerang organ lain. Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Dharmais Jakarta, Aida Sofiati Dachlan Hoemardani, menjelaskan insiden melanoma saat ini cukup tinggi, terutama pada ras Kaukasia (kulit putih, rambut merah terang, dan mata biru). Hal itu terjadi karena sinar ultraviolet terutama B dan C. Sebabnya, jumlah sel melanosit mereka lebih sedikit.
“Melanoma termasuk jenis kanker paling ganas karena sangat mudah menyebar. Semakin dalam lokasi melanoma, dia akan lebih mudah menyebar,” ujarnya dalam diskusi bertema Terapi terbaru melanoma di Jakarta, kemarn.
Meski di Indonesia melanoma jarang dijumpai, kebanyakan orang terdiagnosis pada stadium lanjut karena kurangnya pemahaman masyarakat akan penyakit ini. Aida mengatakan, dari data Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta, ditemukan 119 kasus melanoma sejak 2005. Melanoma, sambung Aida, dapat terjadi pada bagian kulit mana pun. Berdasarkan referensi, pada pria kebanyakan ditemukan pada badan, sedangkan pada perempuan di tungkai bawah. “Pada kulit berwarna, kebanyakan ditemukan di telapak kaki. Penyebabnya lebih karena ada trauma seperti cedera atau luka dan bukan karena sinar UV,” jelas Aida.
Penyebab lain melanoma serta faktor risiko penyakit ini ialah adanya riwayat keluarga, paparan sinar matahari terus-menerus saat masa anak-anak sehingga meningkatkan risiko kejadian, atau tanning.
Terapi bedah dan kemoterapi dapat dila-kukan pasien penderita melanoma apabila penyakit sudah menyebar ke bagian organ lain pada tubuh. Namun, saat ini sudah ada pilihan terapi lain, yaitu imunoterapi. Dokter Suria Nataatmaja selaku Medical Director MSD Indonesia menjelaskan imunoterapi anti PD-L1 dapat digunakan untuk mengobati melanoma sebagai salah satu pilihan pengobatan selain radioterapi dan kemoterapi. “Obat anti PD-1 akan mencegah ikatan PD-1 dengan PD-L1 pada limfosit dan sel kanker sehingga ia dapat mengenali sel tumor sebagai benda asing yang harus dihancurkan,” terang Suria. (Ind/H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved