Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TOLERANSI antarumat beragama di Indonesia tidak cukup hanya dibicarakan melalui berbagai forum, tetapi harus diwujudnyatakan dalam perjumpaan sehari-hari.
Demikian dikatakan Kepala Unit Kerja Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)Yudi Latief saat ditemui di sela-sela acara Pergelaran Seni Religius Lintas Iman yang digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Yayasan Budha Tzu Chi, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, kemarin. Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober.
“Dengan acara pergelaran seni ini kita ingin mengajak masyarakat bahwa toleransi itu dipupuk bukan dari banyak pembicaraan, tetapi perjumpaan nyata seperti ini, saat ada tukar-menukar informasi, ada saling pengertian dan ada kerja sama dengan semangat gotong royong,” kata Yudi.
Ia menambahkan, perjumpaan antarkelompok di masyarakat harus sering dilakukan karena perjumpaan itulah sesungguhnya bentuk toleran-si yang sungguh-sungguh nyata.
“Kalau dipikirkan baik-baik, melalui perjumpaan itulah sebenarnya kita membangun jembatan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. Maka sekali lagi perjumpaan itukah yang penting untuk memupuk toleransi di antara kehidupan beragama di Indonesia,” sambung Yudi.
Yudi menambahkan bahwa esensi dari pergelaran pentas seni ini adalah spirit dari keagamaan dalam mengembangkan kemasyarakatan dan kemaslahatan hidup orang banyak.
Pada kesempatan yang sama, aktivis pluralisme Ulil Absar Abdala mengapresiasi kegiatan seni lintas iman tersebut. Menurut dia, dengan pergelaran seni ini para santri juga diajak untuk menjadi pejuang dan pelopor toleransi di tengah makin maraknya kelompok radikal di Tanah Air.
“Saya mau ingatkan kembali pada santri-santri tentang resolusi jihad yang benar yaitu membela hak kita jika dilanggar, tetapi juga membela hak orang lain jika haknya dilanggar. Dan lebih dari itu, para santri juga diajak untuk menjadi pelopor dalam melawan aksi-aksi radikalisme,” ungkap Ulil.
Ditambahkan Bikhu Citajaya dari Sanggha Teravada Indonesia bahwa setiap agama punya ciri khas masing-masing.
“Kita adalah sedulur yang beda jalur. Tujuan kita sama yaitu untuk persatuan Indonesia. Para tokoh agama seperti sumber mata air yang bermuara pada satu tujuan yang sama yaitu menuju laut persatuan dan kesatuan,” kata Bikhu Citajaya.
Anggota DPD RI Ahmad Muqowam menambahkan tantangan bangsa adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila sungguh-sungguh dihayati seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu tantangan terbesar yang harus disikapi serius, kata dia, adalah implementasi Sila ke-4.
“Ini yang tampaknya hi-lang dalam demokrasi voting yang selama ini kita jalankan. Padahal nafas kita ialah musyawarah mufakat. Ini yang harus kita upayakan ke depan selain terus memastikan keadilan sosial itu juga harus benar-benar terwujud,” kata Muqowam.
Aksi seni
Dalam pergelaran seni ini tampil beberapa aksi dari perwakilan agama-agama antara lain Pergelaran Seni Bela diri Pancasila Tungggal Hati Seminari dan Tunggal Hati Maria dari agama Katolik, Paduan Suara Sunda Wiwitan, tari Gending Sriwijaya dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Tangerang, seni bela diri wushu dari Konghucu, dan tari Cenderawasih dari kelompok Parisada Hindu Dharma. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved