Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengajak pemuda Indonesia berani bersatu untuk menegakkan jati diri bangsa seperti yang dilakukan para pemuda Nusantara pada 89 tahun yang silam.
“Ayo, saatnya pemuda Indonesia berani bersatu. Ini momen yang tepat. Kita tidak sama, kita kerja bersama,” kata Menpora dalam peringatan ke-89 Hari Sumpah Pemuda (HSP) dengan tema Pemuda Indonesia berani bersatu di halaman Kantor Kemenpora, Jakarta, kemarin (Jumat, 27/10).
Pada kesempatan itu pun Imam mengutip pidato Presiden pertama RI Soekarno yang disampaikan pada peringatan ke-35 Hari Sumpah Pemuda pada 1963, “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, Saudara-Saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, bangsa, dan tanah air, tapi ini bukan tujuan akhir.”
Peringatan HSP di Kemenpora dilakukan sehari sebelum puncak peringatan HSP ke-89 di Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, hari ini. Presiden Joko Widodo akan memimpin peringatan HSP yang akan dihadiri ribuan undangan tersebut.
Dalam peringatan di Kemenpora, Menpora berkesempat-an melakukan telekonferensi dengan para pemuda yang berada di sembilan titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.
Di antaranya Menpora berbincang dengan tiga mahasiswi yang tengah magang di Istanbul dan Ankara, Turki.
Salah satu di antara mereka menceritakan dirinya sempat magang mengajar bahasa Inggris. Menpora pun bertanya kenapa tidak mengajar bahasa Indonesia. Mahasiswi itu berkilah setiap mengajar dirinya berpakaian batik.
Pada kesempatan itu Menpora memberi penghargaan kepada 46 pemuda pelopor berprestasi dalam berbagai bidang. Penghargaan antara lain diraih Dayang Firdha Afiyati dari Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sebagai juara pertama pemuda pelopor bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
“Kini buah asam aram telah dimanfaatkan menjadi selai dan sirup serta menjadi makanan khas dan menjadi oleh-oleh dari Kabupaten Sintang,” kata Dayang yang mendapat hadiah Rp30 juta sebagai salah satu juara pemuda pelopor. (Drd/X-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved