Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Aspal dari Limbah Plastik Diuji

27/10/2017 10:37
Aspal dari Limbah Plastik Diuji
(MI/RAMDANI)

Aspal plastik hasil inovasi bertahun-tahun diklaim memiliki kekerasan dan usia pakai yang lebih panjang daripada aspal biasa. Hal ini akan diuji Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) di ruas jalan menuju asrama mahasiswa, Minggu (29/10).

“Hasil uji marshal penambahan limbah plastik akan meningkatkan stabilitas dari campuran aspal hingga 40% sehingga umur jalan lebih panjang,” kata juru bicara alumni, Ari Setiawan, di Kota Surakarta, Jateng, kemarin.

Ari memaparkan limbah plastik digunakan untuk menyelimuti agregat berupa batu-batu kecil sebelum dicampur dengan aspal. Selimut plastik itu akan mencegah air masuk ke agregat sehingga walau tergenang air hujan, aspal akan tetap menempel erat.

Selain lebih tahan air, aspal limbah plastik memiliki daya tahan terhadap suhu panas. Ia baru akan mengalami dekomposisi pada suhu di atas 250 derajat celsius sehingga aman dari polutan.

Peneliti pada Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Tedi Santo Sofyan, mengatakan kandungan polimer pada limbah plastik akan meningkatkan kekerasan aspal. Ini pas untuk negara-negara beriklim tropis seperti Indonesia karena aspal tidak akan gampang lu­mer. “Tapi yang lebih penting lagi, ini akan dapat menyerap limbah plastik,” katanya.

Pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Purhatmanto, menilai inovasi ini dapat menjadi solusi bagi peningkatan jalan di masa mendatang.

Di wilayah Jawa Tengah terdapat 1.106 km jalan nasional, 244,47 km jalan provinsi, 115 km jalan nonstatus, 26.498 km jalan kota dan provinsi, serta 302 km jalan tol. Dari total panjang jalan tersebut, jalan berkondisi baik baru mencapai 89,6%. (FR/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya