Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANAMAN padi dengan metode system of rice intensification (SRI) dapat meningkatkan produksi padi sampai 100%. Metode itu sukses diterapkan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bersama dengan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW) Kupang di lahan Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Tarus, Kupang Tengah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
ICCTF bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Kepala Biro Renortala Bappenas Rohmad Supriadi, serta perwakilan dari UGM dan UKAW Kupang melakukan panen raya padi SRI di Desa Tarus, Sabtu (21/10).
Budi daya padi sistem SRI juga diterapkan di persawahan Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.
SRI merupakan metode berkelanjutan untuk pertumbuhan tanaman dengan menggunakan bibit berumur muda atau tujuh hari setelah pembenihan, jarak tanam lebar, pupuk organik, dan irigasi terputus-putus yang memiliki produktivitas padi lebih tinggi jika dibandingkan dengan sistem konvensional.
Metode ini berbeda dengan sistem konvensional yang menggunakan bibit umur lebih panjang berusia 25 hari, penggenangÂan air secara terus-menerus, jarak tanam rapat, dan pemakaian pupuk kimia yang tinggi.
Direktur ICCTF Tonny Wagey mengatakan, ICCTF satu-satunya lembaga dana perwalian untuk perubahan iklim Indonesia dibentuk sejak 2009 sebagai salah satu komitmen pertemuan perubahan iklim di Bali (2007).
ICCTF bertugas meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari koordinasi Indonesia dalam menanggulangi dampak perubahan iklim. Budi daya padi SRI merupakan bagian dari strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim karena efek buruk perubahan iklim sudah dirasakan banyak masyarakat di berbagai daerah.
Apalagi, NTT daerah beriklim kering yang dipengaruhi angin musim. Di NTT, hasil panen padi kerap tidak konsisten.
Metode SRI menjawab tantangan masyarakat petani terutama di daerah kering dan rentan sebagai strategi adaptasi perubahan iklim yang paling tepat guna. (PO/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved