Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MOMENTUM Peringatan Hari Santri Nasional mesti dimaknai semangat dan spirit baru, tidak menengok ke belakang dalam semangat angkat senjata melawan kolonial.
“Santri merupakan kaum terpelajar, dalam konotasi religius. Mari kita maknai dengan spirit baru di mana atmosfer keagamaan santri untuk merawat kebangsaan kita dan keselamatan kita sinergikan dengan komunitas lintas agama pada masyarakat kita yang majemuk dari berbagai agama, suku bangsa, dan lapisan sosial,” papar Kepala Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief di Yayasan Buddha Tzu Chi, Jakarta, kemarin.
Turut hadir juga Penasihat UKP-PIP Romo Benny Susetyo, Deputi III UKP-PIP Silverius, Staf Ahli UKP-PIP Zastrouw Al Ngatawi, dan Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi, Hong Tjin.
Yudi menegaskan kemajemukan sejatinya memberi kekayaan yang saling mengu-atkan untuk saling kenal dan memberi spirit kasih sayang serta kelapangan hati. Melalui sinergi tersebut, UKP-PIP ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi welas asih dan toleran. “Dalam hal ini UKP-PIP berpartner dengan lembaga kemasyarakatan Buddha Tzu Chi.“
Romo Benny menambahkan, melalui Hari Santri Nasional, peran santri yang amat berjasa dalam era kemerdekaan berperan besar menjaga dan merawat roh Pancasila serta menjaga benteng NKRI. “Santri kita merupakan rohnya Pancasila kita,“ tegasnya.
Zastrouw menambahkan peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum integrasi nasionalisme dan agama. Selain itu, dapat dipandang sebagai nasionalisasi makna jihad sebagai upaya mempertahankan negara dan keadilan.
Kerja sama UKP-PIP dan Ya-yasan Buddha Tzu Chi akan direalisasikan lewat Festival Seni Religi Lintas Iman yang melibatkan kalangan santri dan enam agama serta perwakilan aliran kepercayaan, Minggu (29/10) di Yayasan Buddha Tzu Chi, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
“Hari Santri Nasional menjadi sarana untuk mewujudkan cinta kasih universal bagi bangsa dan negara,” tutup Hong Tjin. (Bay/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved