Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Presiden Ingin Indonesia Jadi Pionir Kerukunan Beragama

24/10/2017 08:52
Presiden Ingin Indonesia Jadi Pionir Kerukunan Beragama
(ANTARA/PUSPA PERWITASARI)

PRESIDEN Joko Widodo meng­angkat Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin sebagai utusan khusus presiden di bidang dialog dan kerja sama antaragama serta peradaban.

Pengangkatan itu disampaikan presiden seusai keduanya bertemu, didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Merdeka, Jakarta.

“Hari ini saya telah meng­ang­kat Prof Dr KH Muhammad Sirajuddin Syamsuddin sebagai utusan khusus pre­siden untuk dialog dan ker­ja sama antaragama dan peradaban,” kata presiden dalam konferensi pers di Istana Merdeka, kemarin. Din Syamsuddin turut hadir.

Presiden Jokowi menugas­i mantan Ketua Umum PP Mu­hammadiyah itu untuk me­ngembangkan dialog sekaligus kerja sama antaragama di dalam maupun luar negeri. Jokowi mengatakan, alasan dia menunjuk Din ialah peng­a­lamannya. Ia juga dipandang memiliki fondasi kuat mengelola kerukunan aga­ma.

Jokowi melanjutkan, Din ditunjuk setelah pembahasan selama dua pekan. Pada awalnya, Din ragu. Belakangan, Din menyetujui tugas itu.

Presiden optimistis Din mam­pu mempromosikan ke­pada dunia internasional tentang kerukunan antarumat beragama di Indonesia yang berdasarkan Pancasila. “Beliau ini sudah menjalankan. Tidak mencari-cari lagi, sudah ada fondasi yang kuat seperti Ketua Konferensi Asia dan dunia untuk perdamaian dan agama. Sudah jelas dan konkret,” tutur Presiden.

Selain itu, Din memiliki tu­gas untuk berperan aktif me­wakili Indonesia memban­tu penyelesaian masalah kemanusiaan yang terjadi di sejumlah negara. Hal itu dilakukan guna mewujudkan perdamai­an dunia.

Pada kesempatan itu, Din mengakui sempat menyaran­kan kepada presiden untuk men­cari orang lain. Namun, ia akhirnya menerima itu ka­rena merasa situasi dunia belakangan dipenuhi ketidakpastian, ketegangan, bahkan konflik antarumat beragama. (Pol/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya