Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA bersama 9 negara lain berkomitmen menuju terciptanya sebuah kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan yang disebut Planet 50:50 pada 2030 mendatang.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, saat membuka kegiatan Pertemuan Raya Perempuan GKE se-Kalimantan di Banjarmasin, Selasa (26/9), mengatakan Indonesia dipilih menjadi salah satu dari 10 negara yang mencanangkan planet 50:50.
"Pemerintah berkomitmen menuju kesetaraan gender yang disebut planet 50:50 pada 2030 mendatang meski banyak kendala dan tantangan dihadapi," ujarnya.
Negara-negara di dunia telah mengampanyekan gerakan "He for She", sebagai upaya memperluas komitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada perempuan, sehingga memperoleh akses kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang layak.
Gerakan itu bertujuan untuk mengubah dominasi kelompok laki-laki atas perempuan dengan perbandingan 70% laki-laki dan 30% perempuan seperti yang selama ini terjadi.
"Dapat kita lihat komposisi kaum perempuan di parlemen maupun kepala daerah masih sedikit. Beruntung pemerintah saat ini menunjukkan komitmennya dengan menempatkan tujuh orang perempuan dalam kabinet," ujar Menteri Yohana.
ia menilai Program Revolusi Mental saat ini dapat membantu tercapainya kondisi Planet 50:50 di Indonesia. Program ini juga diadopsi UN Women. Program pemerintah terkait kesetaraan gender itu meliputi stop pernikahan dini, perlindungan kepada buruh migran, perbanyak perempuan duduk di legislatif, stop kekerasan pada perempuan dan anak juga kesempatan mengembangkan ekonomi bagi perempuan.
Dipaparkan Yohana, Planet 50:50 merupakan kondisi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam semua aspek pembangunan. Namun untuk mencapai Planet 50:50, Indonesia dihadapkan pada berbagai kendala struktural maupun kultur.
"Merupakan sebuah tantangan besar untuk merubah mindset pemerintah, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada kaum perempuan," tambahnya.
Fakta di lapangan diperkirakan ada 24 juta perempuan di Indonesia mengalami trauma akibat kekerasan baik fisik maupun psikis. Kekerasan ini umumnya terselubung terjadi dalam rumah tangga.
Perempuan tidak boleh bergantung sepenuhnya pada laki-laki. Kesetaraan itulah yang tengah diperjuangkan negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Karena, kata Yohana, jumlah perempuan di Indonesia yang mencapai 123 juta jiwa merupakan aset besar untuk modal pembangunan bangsa. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved