Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

BNPB Raih Penghargaan Asia Geospatial Excellence Award 2017

MICOM
24/8/2017 16:53
BNPB Raih Penghargaan Asia Geospatial Excellence Award 2017
(Ist)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali meraih penghargaan dunia atas capaian inovasi dan kreativitas dalam penanggulangan bencana, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

BNPB memperoleh penghargaan Asia Geospatial Excellence Award 2017 dari Geosmart Asia dalam acara Geosmart Asia Forum dan Geo Intelligence Asia Pasific Forum di Kuala Lumpur, Malaysia yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis (22-24/8) ini.

Kemitraan dan kolaborasi yang dilakukan BNPB bersama dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana telah menghasilkan berbagai produk dan menghasilkan penilaian bahwa Indonesia telah maju dan menjadi inspirasi negara-negara lainnya.

Penghargaan diberikan kepada BNPB untuk PetaBencana.id untuk kategori teknologi geospasial dalam keterlibatan publik. Acara tahunan bergengsi ini dihadiri lebih dari 1.200 peserta dari 25 negara dan 300 organisasi di kawasan Asia Pasifik.

Penghargaan Asia Geospatial Excellence Award 2017 juga diberikan kepada beberapa lembaga dan organisasi atas inovasi dan capaian dalam teknologi geospasial antara lain:

1. JAXA, RESTEC, NTT DATA Corporation, Jepang untuk AW3D: The World’s First 5m-Resolution 3D Map of the Earth.
2. Kota Songdo, Korea Selatan untuk GIS-Based Smart Urban Planning System.
3. BNPB Indonesia untuk PetaBencana.id.
4. National Hydraulic Research Institute of Malaysia untuk Malaysia Climate Change Knowledge Portal.
5. National Land and Surveying and Mapping Center, Taiwan untuk The Integration Program of Land Use Monitoring.
6. Mass Rapid Transit Corporation (MRT Corp) Malaysia untuk Implementation fo SSP MRT Line.

PetaBencana.id merupakan platform berbasis lokasi yang menyediakan pengguna secara aktif melaporkan kejadian bencana banjir secara realtime menggunakan sosial media dan aplikasi pesan pendek. PetaBencana.id dikembangkan BNPB bersama MIT (Massachusetts Institute of Technology), Usaid, HOT, PDC, dan BPBD DKI Jakarta.

Saat terjadi bencana banjir Jakarta, platform ini secara cepat dapat menghimpun data dan informasi banjir secara cepat dan realtime. Sosial media memiliki kekuatan yang luar biasa dalam penyebaran informasi terkait bencana.

Saat ini, jumlah penduduk Indonesia 262 juta jiwa, dimana 132,7 juta jiwa (51 persen) pengguna internet dan 106 juta jiwa (40 persen) adalah pengguna aktif sosial media. Pengguna aktif Facebook ada 71,6 juta jiwa (terbesar nomor 4 di dunia), 20 juta jiwa pengguna aktif Twitter (terbesar nomor 5 di dunia), dan jutaan jiwa penggguna aplikasi sosial media lainnya.

Kekuatan sosial media ini dapat dimanfaatkan untuk mendapat laporan kejadian bencana secara cepat. Sesuai azas dan prinsipnya, penanggulangan bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan PetaBencana.id mampu mengumpulkan, menyortir dan memvisualisasikan cuitan dari sosial media ke dalam bentuk peta.

Saat banjir Jakarta pada 21/2/2017, ujarnya, ribuan masyarakat melaporkan banjir dan PetaBencana.id diakses lebih dari 500 ribu dalam waktu kurang dari 12 jam sehingga dampak bencana terpetakan secara cepat.

"Masyarakat secara aktif terlibat saat bencana. Penanganan banjir menjadi lebih mudah di dalam pengambilan keputusan, pemberian bantuan, pengerahan personil dan lainnya," ucap Sutopo. Hal inilah yang mengisipirasi beberapa negara lain untuk mengadopsi teknologi sosial media untuk digunakan dalam penanggulangan bencana.

Saat ini, informasi dan teknologi geospasial menjadi alat penting dalam pembangunan bangsa dan pengambilan keputusan. Pemerintah dan perusahaan bisnis sekarang menyadari kekuatan teknologi ini dan menggabungkan hal yang sama dalam prosesnya.

Inisiatif teknologi semacam itu, demikian Sutopo, memainkan peran penting dalam membentuk ekonomi dunia dan masyarakat. Nilai teknologi geospasial terletak pada kemampuannya untuk mengelola dan mengintegrasikan data, serta kemampuan analisisnya yang mempertajam pengambilan keputusan, yang pada akhirnya mengefisiensikan waktu dan biaya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya