Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Memvisualisasikan Rumah sebagai Komponen Kesejahteraan

Cahya Mulyana
22/8/2017 16:20
Memvisualisasikan Rumah sebagai Komponen Kesejahteraan
(Ilustrasi)

RUMAH sejatinya ialah tempat berteduh yang mendamaikan, menguatkan jiwa sosial, sekaligus menunjukkan kesejahteraan.

Filosofi itulah yang dijadikan dasar dan rujukan kompetisi foto bertajuk 'Membangun rumah layak huni menuju masyarakat sejahtera' yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan 'Dari Balik Lensa' Media Indonesia.

Dalam penjurian final yang digelar Selasa (22/8), dari 2.161 karya fotografi yang masuk ke meja panitia, tim dewan juri memilih 13 karya terbaik sebagai juara 3 teratas dan 10 juara harapan.

"Yang pasti dari 13 yang akan terpilih itu harus memberikan gambaran beragam mengenai rumah. Foto itu harus menggambarkan rumah bukan hanya hanya tempat bernaung saja tapi bertumbuhnya kehidupan, kesejahteraan dan hubungan antarmanusia serta dengan lingkungan," terang juri sekaligus Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia, Hariyanto, di sela-sela penjurian final di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut hadir dua juri lain yaitu Direktur Galeri Foto Jurnalistik kantor berita Antara, Oscar Motuloh, dan Sekretaris Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Lukman Hakim.

Haryanto menjelaskan, foto juga harus menonjolkan rumah sebagai tempat tinggal yang laik dan memenuhi unsur jurnalistik. "Karya foto jurnalistik kalau dalam konteks itu tidak saja memberikan informasi tapi juga mampu memberikan edukasi dan memengaruhi publik. Ada beberapa foto memenuhi itu, khususnya yang masuk final," terangnya.

Direktur Galeri Foto Jurnalistik kantor berita Antara, Oscar Motuloh menjelaskan peserta dituntut menggambarkan hunian yang menarik dan mengandung makna yang kental. Sebanyak 13 foto yang masuk babak final, kata dia, mampu menggambarkan rumah yang menjadi simbol kesejahteraan.

"Kita sedang mencari foto yang laik huni, itu bukan hanya bermakna harfiah tapi mengandung makna kata kerja. Proses seleksi ini sangat sulit karena mencari foto yang memenuhi unsur tadi, jadi bukan sekadar gambar rumah saja," terangnya.

Sekretaris Direktur Jenderaln Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Lukman Hakim menjelaskan rumah merupakan salah satu komponen kesejahteraan yang harus terungkap dalam foto. Kalau bisa rumah bukan sebagai benda mati tapi benda hidup.

"Jadi foto yang kita cari bukan hanya deretan rumah tapi ada pesan rumah itu tempat persemaian budaya, kesejahteraan, merajut kehidupan rumah tangga dan tempat kita berkumpul. Jadi bukan hanya keindahan warna tapi bagaimana pesan tadi diwujudkan dalam gambar," paparnya.

Ia juga mengatakan gambar yang dinanti ialah yang mengandung pesan toleransi dan ada pesan sebagai pelindung dan merajut masa depan. "Harus alami bukan setingan dan menginterpretasikan tema perlombaan, itu penting," pungkasnya.

Lomba foto yang diselenggarakan Kementerian PUPR dengan komunitas Dari Balik Lensa Media Indonesia dibuka sejak 11 sampai 19 Agustus dan berhasil menyedot 2.161 karya fotografi yang diikuti 844 peserta.

Juara I akan mendapatkan Rp15 Juta, juara II mendapatkan Rp10 juta dan juara III mendapatkan Rp5 juta. Kemudian harapan 1 sampai 10 masing-masing akan mengantongi Rp 1 juta dan kategori tambahan yaitu juara favorit di Instagram dan akan mendapatkan hadiah Rp1juta.

Pengumuman pemenang akan disiarkan mulai Rabu (23/8) di media sosial dan secara resmi penganugerahannya akan dilaksanakan pada perayaan Hari Perumahan Nasional dan dimuat di harian Media Indonesia. Ke-13 juara serta juara favorit akan dipamerkan mulai 25 agustus di lobby Kementerian PUPR. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya