Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Persiapan di Arafah sudah Mencapai 95%

Siswantini Suryandari Laporan dari Madinah
15/8/2017 06:31
Persiapan di Arafah sudah Mencapai 95%
(Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegegreil menyambut kedatangan jemaah dari Kota Surabaya dan Pasuruan di Jeddah, Senin (14/8). -- MI/Siswantini Suryandari)

DUTA Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan persiapan di Arafah sudah hampir rampung dengan kualitas tenda yang jauh lebih baik.

“Saya baru saja meninjau persiapan di Arafah. Saya bersyukur karena persiapan di Arafah sudah mencapai 95%,” kata Agus Maftuh seusai menyambut kedatangan jemaah dari Kota Surabaya dan Pasuruan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, kemarin.

Dia menambahkan, pelaksanaan ibadah haji tahun ini menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah Indonesia dengan ditambahkannya kuota jemaah yang sangat besar.

“Kalau tahun kemarin kuota haji Indonesia 168 ribu, sekarang langsung naik 221 ribu jemaah. Ditambah 10 ribu jemaah hasil lobi langsung Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman,” tambahnya.

Agus Maftuh mengajak atase TNI dan Polri untuk mengecek keamanan di tiga titik saat meninjau persiapan di Arafah. “Kita harus memastikan bahwa di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina), para jemaah kita dalam keadaan aman,” tegasnya.

Sementara itu, berdasar data Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, jumlah jemaah calon haji Indonesia yang sudah berada di Tanah Suci pada Minggu (13/8) petang mencapai 113.140 orang.

Perbaikan katering
Terkait dengan makanan, seluruh perusahaan katering yang dikontrak Indonesia untuk melayani jemaah haji telah mendapat surat teguran karena gramasi atau takarannya tidak sesuai. Ada pula yang menyajikan sayuran dalam kondisi sudah basi.

“Surat teguran sudah diberikan minggu lalu. Dari hasil pantauan sudah banyak perbaikan. Grama­sinya sudah sesuai,” ungkap Irfansyah selaku pengawas lapangan dari tim katering Daker Madinah saat meninjau perusahaan katering Bahar Har di Madinah, kemarin.

Irfan menambahkan, apabila perusahaan katering masih melakukan pelanggaran, kuota pesanan bisa dikurangi sampai 10%.

“Pesanan katering berkurang 10%. Untuk memenuhi 10% tersebut, kami akan mencari dapur-dapur yang sanggup menambah pesanan,” jelasnya. (X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya