Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Santri Mesti Jadi Fondasi Keutuhan Bangsa

Nur Aivanni
10/8/2017 21:57
Santri Mesti Jadi Fondasi Keutuhan Bangsa
(ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

PESANTREN telah berhasil membangun karakter bangsa terhadap para santri. Para santri tersebut merupakan fondasi dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa.

"Santri fondasi bagi keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia," ucap Ketum PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan peluncuran Hari Santri 2017 di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (10/8).

Said menyampaikan pesantren mampu menghasilkan santri-santri yang berjiwa mulia, mempunyai jati diri dan berkepribadian yang baik. Pasalnya, ada hal-hal yang hanya bisa didapat melalui pesantren, yakni disiplin akhlak dan spiritual.

Untuk diketahui, 22 Oktober telah ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional (HSN) melalui Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 22 Tahun 2015. Sebagai pelaksana kegiatan peringatan HSN 2017, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU mengadakan grand launching sekaligus Pengumuman Logo Baru HSN 2017.

Dalam peringatan Hari Santri 2017 akan digelar sejumlah kegiatan di berbagai daerah. Kegiatan yang digelar kali ini tidak lagi hanya bersifat simbolis, akan tetapi lebih substantif. Kegiatan tersebut, antara lain creative idea competition di Bandung, roadshow workshop kewirausahaan santri di beberapa pondok pesantren tiap kabupaten dan kota se-Indonesia, lomba esai, lomba video, workshop cerdas literasi dan sebagainya.

Adapun Hari Santri 2017 kali ini mengambil tema 'Santri Mandiri NKRI Hebat'. Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin mengatakan bahwa mandiri merupakan identitas asli santri. Untuk itu, kata dia, tema yang diangkat tersebut bukan lah hal yang baru.

"Itu untuk menguatkan bahwa santri itu adalah mandiri, karena mandiri adalah identitas santri. Dari dulu santri diajarkan mandiri," ujarnya.

Tantangan santri yang dihadapi saat ini, kata Ma'ruf, adalah bagaimana menjaga negara ini agar tidak dirusak oleh kelompok-kelompok yang ingin merusak ataupun mengubah tatanan bangsa. Tantangan kedua, sambungnya, bagaimana menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

"Pesantren tidak hanya menyiapkan orang yang paham agama, tapi menyiapkan orang-orang sebagai pengawal bangsa dan negara dan menyediakan tenaga untuk pemberdayaan ekonomi umat supaya kesenjangan di negara kita sedikit-sedikit terkikis dan kecemburuan sosial bisa dikurangi," tandasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya