Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Megawati Bernostalgia saat Kunjungi Pameran Lukisan Istana

Astri Novaria
10/8/2017 21:46
Megawati Bernostalgia saat Kunjungi Pameran Lukisan Istana
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

PRESIDEN RI Kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri seolah bernostalgia saat melihat satu per satu lukisan di pameran lukisan Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (10/8).

Beberapa lukisan yang dipamerkan memang memiliki kenangan tersendiri bagi Megawati. Hal itu lantaran beberapa lukisan tersebut dulunya ialah milik ayahnya, Soekarno saat masih menjabat sebagai Presiden RI.

"Ini semua saya ingat. Saya tahu, sehingga bsia menikmati keindahan (lukisan) ini. Dari saya kecil, saya sudah tahu. Lukisan itu sudah tergantung dan ada beberapa lagi yang lain, seperti milik Basoeki Abdullah. Itu kan saya kenal," ujar Megawati di depan lukisan karya Basoeki Abdullah berjudul 'Gatotkatja dengan Anak-anak Arjuna: Pergiwa dan Pergiwati'.

Megawati tampak menikmati waktunya saat berkeliling melihat lukisan-lukisan koleksi Istana didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan tiga kurator, yakni Asikin Hasan, Amir Sidharta dan Sally Texania. Total ada 48 lukisan dari 41 pelukis yang dipamerkan dalam pameran lukisan bertema 'Senandung Ibu Pertiwi' tersebut.

"Saat masih kecil saya kenal Basoeki Abdullah. Lukisan saya waktu masih kecil ada, karya Pak Basoeki sebelum kemerdekaan, dan (Pak Basuki itu) dekat dengan Bung Karno," kenang Mega.

Ketua Umum PDIP itu juga mengenang cerita ayahnya mengenai pelukis Indonesia yang juga ikut berjuang sebagai pejuang kemerdekaan. Menurutnya, beberapa lukisan yang terpajang di Istana ialah hasil karya mereka.

Selain itu, menurutnya, karya pelukis sangat lekat dengan karakter asli dari objek lukisan. Seperti lukisan wanita desa yang memang sangat sesuai dengan penampilan maupun karakter asli wanita Indonesia.

"Ini seperti identitas. Kalau dulu gambar wanita sesuai dengan sosoknya. Kalau sekarang terlalu dipoles. Aslinya biasa saja tapi gambarnya terlalu cantik," tambahnya.

Tak hanya itu, dia juga menyindir banyaknya kolektor lukisan yang membuat karya tergantung tren saja.

Secara terpisah, Kurator Asikin Hasan mengatakan ada pesan yang ingin disampaikan lewat pameran lukisan yang digelar pada 2-30 Agustus 2017 itu. Asikin mengatakan, lewat lukisan-lukisan tersebut seolah ingin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan segala isinya.

"Karena saya pikir, keberagaman itu harus diperkuat terus. Bahwa bangsa ini bisa bertahan sampai sekarang karena kita saling memahami. Jangan sampai perbedaan membuat kita tercerai-berai," ujarnya.

Asikin menjelaskan ada 48 karya dari 41 perupa yang dipamerkan dan satu sama lain saling beririsan secara tematik akan keragaman alam, dinamika keseharian, tradisi identitas, serta khidmat dalam kepercayaan dan iman. Semua seperti sebuah mozaik yang saling membagi ruang bagi warna-warni sehingga terwujud komposisi dan harmoni. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya