Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Pembelajaran Gaya Baru Diluncurkan di Istana Bogor

Ric/Ant/X-5
25/7/2017 06:07
Pembelajaran Gaya Baru Diluncurkan di Istana Bogor
(Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latief (kiri) memberikan paparannya di acara Kuliah Inaugurasi Yudi Latief di Kampus Universitas Pancasila Jakarta, Senin (24/7). -- MI/Adam Dwi)

UNIT Kerja Presiden Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) akan menginisiasi program pembelajaran Pancasila gaya baru bagi para pelajar dan mahasiswa. Menurut rencana, program itu akan diluncurkan di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 13-14 Agustus.

Kepala UKP-PIP Yudi Latif mengatakan, pada saat rilis program itu, perwakilan pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia akan diundang untuk belajar Pancasila lewat film, musik, dan buku.

"Mereka nanti akan kembali ke wilayah masing-masing sebagai duta Pancasila. Program ini sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi," ujar Yudi di sela kuliah inaugurasi Pancasila: Idealitas dan Realitas di Universitas Pancasila, Jakarta, kemarin.

Metode pembelajaran baru itu, lanjut Yudi, mengacu pada fakta selama 20 tahun terakhir pembelajaran Pancasila kurang intensif dan tidak efektif. Akibatnya, 27 dari 100 orang di Indonesia tidak hafal Pancasila.

Yudi menjelaskan nantinya guru-guru pun akan dibina untuk mengajarkan Pancasila dengan gaya baru. "Untuk teknisnya akan ada di kementerian terkait. Kami di UKP mengenai konten," terangnya.

Di sisi lain, UKP-PIP juga akan melakukan clearing house terhadap materi ajar Pancasila yang tidak sesuai. Menurutnya, selama ini materi ajarnya cenderung kaku dan hanya bersifat penjiplakan dari sumber-sumber yang tidak tepercaya. Padahal, Pancasila menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dan perguruan tinggi.

Sebelumnya, di tempat terpisah, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan sistem pembelajaran Pancasila dengan gaya baru tersebut akan diterapkan pada tahun akademik 2017-2018.

Menurut Nasir, pembelajaran Pancasila kepada mahasiswa nanti tidak berupa hafalan semata, tetapi pelaksanaan sehari-hari. "Bagaimana dalam jiwa, raga, dan tindakan kita mengamalkan Pancasila, dari sila pertama hingga kelima," tuturnya di Universitas Gadjah Mada, Sabtu (22/7).

"Mahasiswa calon pemimpin masa depan. Karena itu, mahasiswa harus bisa menjaga Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," tukasnya. (Ric/Ant/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya