Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK terbayangkan di benak warga Kampung Poncol, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, bahwa tempat buang hajat yang didirikan pemerintah pada 2005 kini menjelma menjadi tempat belajar anak-anak mereka.
Sekolah MCK, begitu saung itu dikenal kini. Namun, bukan lagi singkatan dari mandi cuci kakus seperti ketika pertama didirikan. MCK yang sekarang ialah kependekan dari Masyarakat Cinta Kampung, tempat anak-anak Kampung Poncol belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Di dalam saung berukuran 3 meter persegi yang bercat hijau itu tidak ada fasilitas mewah. Hanya ada sebuah rak dan lemari penuh buku dan sebuah papan tulis. Ruangan dialasi tikar seadanya. Di depan papan tulis, Willy Nurwahyudi dan Lolyta Grace sedang menerangkan pelajaran kepada lima anak di saung itu ketika Media Indonesia datang, akhir pekan lalu.
“Kita di sini memberi semangat agar mereka sekolah lagi, jangan sampai mereka tidak sekolah. Rata-rata usia anak SD,” jelas Willy, 22.
Di kawasan padat penduduk itu banyak anak putus sekolah karena faktor ekonomi. Habis daya mereka untuk belajar karena harus bantu ekonomi keluarga. Diakui Willy, tak mudah menumbuhkan semangat belajar itu. Dia dan lima mahasiswa sebuah universitas swasta di Bekasi yang aktif mengajar di Sekolah MCK itu perlu kreativitas agar pelajaran bisa diterima anak-anak.
“Harus disertai permainan dan kadang hadiah agar menarik, sebab anak-anak kan mudah bosan kalau kita tidak kreatif,” kata Willy.
Meski Sekolah MCK sederhana, kreativitas dan kesabaran para pengajarnya ternyata berhasil menyuntik semangat belajar anak Kampung Poncol. Kini ada 20 orang yang tercatat sebagai siswa. “Itu yang menyerahkan formulir, tapi jumlah siswa yang tidak terdata lebih dari itu,” imbuhnya.
Bukan hanya anak dari keluarga kurang mampu dan tidak bersekolah, siswa yang mau memperdalam pelajaran pun boleh belajar di MCK.
“Ini sebagai kegiatan ekstrakurikuler saja bagi anak yang sekolah. Kalau yang tidak sekolah, kita bantu agar bisa mengikuti pelajaran sesuai usia mereka,” ujar mahasiswa semester VI itu.
Sekitar tiga tahun lalu, Willy datang ke Kampung Poncol. Saat itu MCK yang terletak di bibir Kali Bekasi itu sudah tak berfungsi.
“Jadi MCK cuma sampai 2012. Waktu itu air Kali Bekasi sering meluap sehingga warga tidak bisa pakai. Para mahasiswa datang mau kelola saung itu,” kata Sanam S Umar, Ketua RW 26, Kelurahan Margahayu.
Setelah pemerintah membangun MCK biogas tak jauh dari sana, MCK lama itu pun diubah menjadi sebuah saung oleh warga. Kondisi saung pun sudah aman dari banjir sejak pemerintah membangun sifon Kali Bekasi.
“Ini pun sukarela, gurunya tidak dibayar dan anaknya pun tidak dipungut biaya,” tukas Sanam. (Gana Buana/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved