Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Generasi Muda Harus Miliki Jiwa Kebangsaan yang Kuat

22/7/2017 22:49
Generasi Muda Harus Miliki Jiwa Kebangsaan yang Kuat
(Ist)

BANGSA Indonesia tidak cukup hanya melahirkan generasi muda yang cerdas, tetapi juga berakar dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat dan kokoh di tengah keberagaman yang khas Indonesia. Karena itu , nilai-nilai Pancasila harus terus digali dan dikembangkan.

Hal tersebut dikemukakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto, pada orasi ilmiah di hadapan 789 wisudawan President University di Jababeka Convention Center, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (22/7).

Acara tersebut dihadiri pendiri Jababeka Group dan Presiden University, SD Darmono, Rektor President University, Jony Oktavian Haryanto, Koordinator Kopertis Wilayah IV, Uman Suherman, dan ratusan undangan keluarga dan orangtua wisudawan.

Sidarto menyatakan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah hal yang unik dan kaya.

“Keragaman di Indonesia merupakan unique selling proposition atau keunikan dengan nilai jual yang tinggi. Deferensiasi ini menjadi modal yang penting untuk membangun bangsa ini menjadi besar," tegasnya.

Dia menambahkan, bangsa Indonesia harus menumbuhkembangkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai living value dan jati diri bangsa.

Di era global kata dia, sistem pendidikan yang berstandar internasional menjadi faktor penentu layak tidaknya perguruan tinggi di Indonesia dapat bersaing pada kancah internasional. Sehingga peningkatan perguruan tinggi yang berkualitas dan berkelas dunia dapat menarik mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia.

Sidarto mengutarakan, faktor dasar internasionalisasi yang perlu ditingkatkan perguruan tinggi ialah sumber daya manusia, riset kolaboratif, dan infrastruktur. Selain itu, tiga strategi dasar internalisasi universitas yakni, konsolidasi internal, horisontalisme, dan kolaborasi global. Karena itu, ia berharap President University berkomitmen untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, agar dapat bersaing di tingkat dunia.

Senada, Rektor President University Jony Oktavian menegaskan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan.

“Kami berharap tidak hanya menghasilkan lulusan yang pintar dalam bidang akademi, tapi juga punya nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.

Karena itu, lanjut dia, kampusnya telah menandatangani fakta integritas dengan seluruh jajaran kampus President University yang menyatakan kampus terbebas dari ujaran kebencian, radikalisme dan sejenisnya.

"Kami menjunjung tinggi etika akademik, nilai kebangsaan, Pancasila, dan komit pada NKRI," tegasnya.

Menurut dia, dengan 5.000 mahasiswa dari seluruh tanah air dan luar negeri, keberadaan President University terus berupaya meningkatkan kualitas standar internasional.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Presiden University, Lydia Enggriani, menambahkan, animo mahasiswa baru menempuh kuliah tetap tinggi. Pihaknya berharap para mahasiswa baru dapat menempuh pendidikan tinggi di kampus ini dengan baik.

"Para mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing membaur dalam kebersamaan dan keberagaman serta penuh toleransi dalam perbedaan di President University," pungkasnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya