Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menargetkan semua proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Aceh 7 Desember 2016 akan tuntas pada 2018.
"Kita bergerak cepat menjalankan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di empat kabupaten di Aceh. Ini secara sinergi kita lakukan dan semua berkomitmen kuat sehingga kita yakin proses pembangunan kembali semua yang terdampak bencana ini bisa dilakukan," ujar Puan seusai Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait dengan penanganan percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi Aceh, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, kemarin.
Rapat koordinasi itu dihadiri Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, serta para pejabat instansi terkait lainnya.
Puan menjelaskan rehabilitasi dan rekonstruksi itu sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5/2017.
Pada kesempatan itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei menjelaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi itu diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp3,456 triliun.
"Soal anggaran ini sudah dibahas, termasuk bagaimana mendukung anggaran tersebut," jelasnya.
Gempa Aceh mengakibatkan 103 orang meninggal, 134 luka berat, 532 luka ringan, dan pengungsi 85.133 jiwa.
Di lain hal, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meminta Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, untuk segera merekomendasikan desa yang akan dijadikan kampung siaga bencana.
Permintaan itu disampaikan Mensos seusai menyerahkan bantuan korban banjir di Belitung dan Belitung Timur, kemarin.
Tujuan dari didirikannya kampung siaga itu, jelas Khofifah, ialah sebagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
Salah satunya memberikan perlindungan secara dini terhadap kerawanan bencana alam.
"Kita ingin kalau sudah ada kampung siaga bencana, setidaknya apabila terjadi bencana sudah bisa ditangani untuk sementara waktu," kata Khofifah.
Dengan demikian, lanjutnya, musibah yang terjadi dapat dengan cepat diatasi. (Ind/RF/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved