Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

EADC Pilih Lima Proposal Film Terbaik

19/7/2017 09:03
EADC Pilih Lima Proposal Film Terbaik
(MI/RAMDANI)

EAGLE Awards Documentary Competition (EADC) 2017 dengan tema Indonesia cerdas akan memasuki babak akhir. Lima proposal pembuatan film dokumenter lolos seleksi untuk memasuki tahap produksi film. Diharapkan, karya yang tercipta akan memberikan dampak positif untuk dunia pendidikan.

"Kita ingin film yang bisa memperkaya perspektif masyarakat. Apa sih definisi pendidikan, apakah melulu formal, dan banyak cerita yang menarik yang bisa diulas menjadi sebuah karya film dokumenter," terang juri EADC 2017, Yenny Wahid, di sela proses penilaian pada pitching forum di Grand Studio Metro TV, Jakarta, kemarin.

Pada gelaran EADC ke-13 ini, selain Yenny, ada dua juri lain yakni sutradara Riri Riza, serta budayawan Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno.

Pitching forum menjadi momentum yang membanggakan karena hanya diikuti 10 peserta terpilih dari total 195 pendaftar. Menurut Yenny, 10 cerita dalam proposal yang dipaparkan peserta memiliki makna sangat kuat karena menggambarkan potret perjuangan mendapatkan akses pendidikan yang baik. "Namun, juri hanya memilih lima gagasan pembuatan film yang mencerminkan tema dengan jelas serta potensial untuk menjadi film dokumenter yang penting bagi bangsa ini," ujar Yenny yang juga Direktur Wahid Foundation itu.

Lima proposal yang lolos seleksi ialah Aujat: Melawan Realitas karya Protus Hyasintus Asalang dan Handrianus Koli Basa Belolon (Papua), Di Atas Genteng karya Ika Yuliana dan Sangga Arta Witama (Jakarta), Mendengar Senyuman karya Carya Maharja dan Radisti Ayu Praptiwi (Jakarta), Melukis Mimpi Anak TKI di Serawak Malaysia karya Ineu Rahmawati dan Akhmad Syaifuddin (Jawa Barat), serta Sekolah Kolong tanpa Seragam karya Syamsuddin dan Samsuddin (Sulawesi Barat).

Selanjutnya, para peserta tersebut berhak mendapatkan beasiswa pelatihan dan bantuan untuk proses produksi film. EADC yang digelar sejak 2005 merupakan ajang kompetisi dokumenter bagi kalangan mahasiswa. Kompetisi itu merupakan wadah bagi kaum muda peminat film dokumenter untuk menyampaikan aspirasi dan respons atas isu-isu terkini tentang keindonesiaan. (Cah/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya