Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

867 Ribu Ha Gambut Riau Direstorasi

19/7/2017 09:01
867 Ribu Ha Gambut Riau Direstorasi
(ANTARA/FB Anggoro)

BADAN Restorasi Gambut (BRG) bersama Pemerintah Provinsi Riau menyepakati nota kesepahaman (MoU) upaya pemulihan atau restorasi kawasan lahan rawa gambut Riau seluas 867.887 hektare.

Restorasi gambut di Riau ini sebagai bagian dari target BRG untuk memulihkan lahan gambut seluas 12,9 juta ha di seluruh Indonesia.
"Riau adalah daerah kedua setelah Sumatra Selatan yang melakukan restorasi gambut. Riau telah menjadi contoh terbaik di dunia. Banyak peneliti dan ilmuwan PBB yang memberikan apresiasi dan meninjau ke sini," ungkap Kepala BRG Nazir Foead di Pekanbaru, kemarin.

Nazir mengatakan sejauh ini BRG telah berhasil memulihkan sekitar 2 juta ha kawasan gambut di Tanah Air. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Pemerintah Provinsi Riau telah memulai upaya restorasi gambut melalui Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Riau sejak 2016.

"Kami menyadari betul pentingnya restorasi gambut di Riau karena 54% lahan Riau itu merupakan lahan gambut. Kami telah bangun sekat kanal, embung, dan sumur bor," kata Andi, sapaan akrab Gubernur Riau.

Posisi Riau menjadi sangat penting lantaran memiliki sekitar 8 juta ha luas kawasan dengan sebagian besar merupakan kawasan gambut. "Kami berharap melalui komitmen nota kesepahaman ini, semua pihak dapat menjaga kawasan gambut di Riau," jelas Nazir.

Salah satu poin yang disepakati dalam nota kesepahaman itu ialah memperbaiki kawasan hidrologis gambut (KHG). Nazir meminta Pemerintah Provinsi Riau dapat melakukan edukasi, supervisi, penelitian, dan pengembangan KHG.

Di masa yang akan datang, proyek serupa juga akan dikerjakan di sejumlah lokasi seperti Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Bengkalis. RK/H-1



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya