Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Perpres Pendidikan Karakter Digarap

Rudy Polycarpus
19/7/2017 08:50
Perpres Pendidikan Karakter Digarap
()

PERATURAN presiden (perpres) mengenai penguatan pendidikan karakter mulai dibahas. Perpres tersebut mengoreksi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Untuk membahas perpres itu, Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan Mendikbud Muhadjir Effendy ke Istana Merdeka, kemarin.

Menurut Lukman, perpres tersebut lebih menekankan pada pe-nguatan pendidikan karakter siswa. Untuk mendukung penguatan pendidikan karakter, materi pendidikan agama akan diperkaya dengan wawasan kebangsaan, pendidikan multikultural, dan antikorupsi. "Poinnya ialah bagaimana pendidikan karakter sebagaimana Nawa Cita, yang terkait dengan nilai-nilai integritas religiositas nasionalisme kemandirian dan gotong royong," katanya seusai pembahasan.

Draf perpres, sambung Lukman, juga memuat aturan full day school. Namun, pelaksanaannya dibuat fleksibel sehingga tidak ada kesan memaksa sekolah yang tidak sanggup menerapkan. Ihwal hari sekolah, sifatnya pilihan sesuai keberagaman dan kekhasan institusi. Menenurutnya, yang dikedepankan ialah pendidikan karakter. Implikasinya nanti diharapkan ada fleksibilitas dalam upaya penguatan karakter tersebut.

"Dalam penguatan pendidikan karakter ini, kuncinya ialah fleksibelitas. Bagi yang dimungkinkan, (bisa melaksanakan) lima hari sekolah. Tapi bagi yang enam hari, karena pertimbangan situasi kondisi berbeda, bisa saja. Jadi poinnya bukan lima atau enam hari sekolah, melainkan penguatan karakter," katanya.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah ditentang keras oleh Nahdlatul Ulama (NU). Alasannya, kebijakan lima hari sekolah memengaruhi aktivitas madrasah dan pondok pesantren.

Menteri Lukman berharap, dengan adanya perpres mengenai pendidikan karakter, tidak akan ada lagi penolakan dari kalangan NU. Ia juga memastikan saat proses penyusunan perpres, seluruh pemangku kepentingan akan diundang, termasuk para ulama dari NU. "Sehingga pada akhirnya ketika perpres diterbitkan, semua sudah memiliki pemahaman yang sama," katanya.

Dengan demikian, tambahnya, tidak akan ada lagi energi bangsa yang terbuang untuk membahas persoalan yang semestinya dapat diselesaikan. Mengenai kapan perpres akan diberlakukan, Menag mengatakan akan diusahakan secepatnya. "Presiden telah menunjuk Menko PMK (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) sebagai leading sector yang akan menangani kegiatan ini," katanya. Ketika ditanya berapa jam idealnya penddikan karakter berlangsung di sekolah, Lukman mengatakan teknisnya akan dirumuskan bersama. Menurutnya, Mendikbud sudah menyiapkan draf yang akan menjadi dasar pembahasan berikutnya.

Sekolah percontohan

Mendikbud Muhadjir Effendy mengakui perpres pendidikan karakter kelak memang lebih menitikberatkan pada penguatan karakter. Sekolah yang sudah menerapkan lima hari tetap bisa berjalan seperti biasa. Tahun lalu, Kemendikbud juga telah mengembangkan proyek percontohan pada sekitar 1.500 sekolah. Adapun tahun ini hal serupa dilakukan pada sekitar 9.300 sekolah. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya