Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Perpanjang Bonus Demografi

13/7/2017 10:23
Perpanjang Bonus Demografi
(ANTARA/GALIH PRADIPTA)

PEMERINTAH mendorong agar masa bonus demografi Indonesia diperpanjang hingga 2045.

Dengan kondisi saat ini, bonus demografi Indonesia diprediksi berakhir di 2030.

Pada 2030, angkatan usia produktif (15-64 tahun) diprediksi mencapai 68% dari total populasi dan angkatan tua (65+) sekitar 9%.

Adapun saat usia emas Indonesia pada 2045, usia produktif menurun menjadi 66% dan angkatan tua meningkat menjadi 14%.

Karena itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menginginkan agar bonus demografi bisa diperpanjang hingga 2045 sehingga saat Indonesia mencapai usia emas masih memiliki angkatan produktif yang tinggi.

"Kita punya kebijakan yang memungkinkan untuk memperpanjang bonus demografi agar tujuannya kita kaya dulu sebelum pensiun," ujar Bambang dalam sambutannya pada seminar bertema Demografi Indonesia: Masa depan yang diinginkan, di Gedung Bappenas, Jakarta, kemarin.

Tujuan memperpanjang masa bonus demografi tersebut, kata dia, agar ketika mencapai usia emas, Indonesia bisa menikmati waktu lebih lama sebagai negara berpendapatan tinggi per kapita.

Namun, jika masa bonus demografi tidak diperpanjang, angkatan produktif hanya memiliki waktu 7 tahun untuk menikmati masa kejayaan sebelum memasuki masa pensiun di 2045.

Untuk memperpanjang bonus demografi itu, pemerintah berencana menjaga angka kelahiran total (TFR) di angka 2,1 hingga 2045.

Di tempat yang sama, Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Wendy Hartanto mendukung rencana perpanjangan masa bonus demografi dengan mematok angka kelahiran 2,1 nasional secara konsiten.

"Yang sudah 2 kita perta-hankan, yang di atas 2 khususnya di daerah timur itu kita turunkan," tukasnya.

Untuk itu, BKKBN akan melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang angka TFR-nya di bawah 2 seperti Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, untuk bisa naik menjadi 2,1. (Nyu/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya