Kamis 29 Juni 2017, 08:23 WIB

EBT Tergantung Komitmen Politik

Ric/H-1 | Humaniora
EBT Tergantung Komitmen Politik

Sekretaris Negara Kementerian Urusan Ekonomi dan Energi Pemerintah Federal Jerman Rainer Baake -- AFP PHOTO/Jacques Demarthon

 

KOMITMEN politik menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai pemasok utama sumber e­nergi nasional. Dengan adanya komitmen, regulasi akan mudah dilahirkan untuk memediasi kebutuhan industri dan investor energi terbarukan.

“Kalau ada komitmen, kita bisa lepas dari ketergantungan terhadap fossil fuel, membayangkannya memang dulu mustahil, tapi semua bisa kalau ada niat,” ucap Sekretaris Negara Kementerian Urusan Ekonomi dan Energi Pemerintah Federal Jerman Rainer Baake saat dijumpai Media Indonesia dalam forum Green Economy-Peluang dan Tantangan Transisi Energi, di Berlin, Jerman, Kamis (22/6).

Regulasi yang dimaksud, lanjut dia, ialah menyederhanakan skema feed-in tarrif yang membuat masyarakat dan industri membangun sumber listrik mereka.

Dengan sumber energi listrik, pemakaian bisa dilakukan secara pribadi atau dijual kepada jaringan listrik umum untuk dibeli negara dan disalurkan kembali kepada masyarakat.

Di Jerman, harga listrik dari energi terbarukan yang dinikmati masyarakat 0,03 euro per kwh, sedangkan energi dari pembangkit batu bara 0,45 euro per kwh.

Energi terbarukan yang berasal dari masyarakat dibeli pemerintah dengan harga 0,10 euro per kwh.
Satu yang pasti, lanjutnya, biaya teknologi energi terbarukan terus turun. Hal itu pasti menguntungkan pemerintah yang berkomitmen. Menurut catatan, Abu Dhabi, UEA, baru membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1,2 Gw yang per kwh-nya dijual 0,02 euro .

Dengan skema penjualan listrik, masyarakat akan aktif. Keterlibatan masyarakat dipandang sebagai hal penting untuk membuat pemerintah mengeluarkan skema feed-in tarrif yang menguntungkan masyarakat. “Renewable energy bisa jadi sesuatu yang mungkin kalau orang-orang berpikir bisa menghasilkan uang dari sini,” ucap Direktur Climate Energy and Cities World Future Council Stefan Schurig. (Ric/H-1)

Baca Juga

Antara/Rosa Panggabean

Raffi Ahmad tidak Diproses, Pengamat: Muncul Public Distrust

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Januari 2021, 17:20 WIB
Apabila tidak diproses secara hukum, pelanggaran prokes Raffi Ahmad berpotensi mengancam program vaksinasi covid-19 dan menurunkan...
Ist/BRI

BRI Dirikan Posko dan Berikan Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 14:27 WIB
BRI bergerak cepat dengan mendirikan posko dan menyalurkan bantuan awal tanggap darurat bagi para korban banjir di beberapa wilayah...
ANTARA/ akbar Tado

BNPB Beri Dana Stimulan Bagi Rumah Rusak Akibat Gempa Sulbar

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 17 Januari 2021, 14:20 WIB
Kerusakan rumah warga akibat gempabumi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemprov dan pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya