Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA meninggalnya dokter anastesi Stefanus Taofik ketika tengah berjaga di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya pada Selasa (27/6) menarik perhatian masyarakat. Banyak pendapat menduga ia terlalu lelah bekerja karena mesti berjaga di beberapa rumah sakit secara bergantian.
Dokter spesialis jantung dari Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Yamin, mengatakan mendiang dokter Stefanus meninggal diduga akibat brugada syndrome (BS).
Itu ialah kelainan genetik pada kanal ion sodium dan kerap terjadi pada ras indocina.
Penderita BS berisiko mengalami sudden cardiac death terutama saat tidur di pagi hari karena gangguan irama jantung.
Hal itu kerap ditandai dengan rasa jantung berdebar atau tidak nyaman di dada kiri.
Dalam pernyatan resmi Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia juga disebutkan, meninggalnya dokter Stefanus Taofik bukan karena kelelahan bekerja.
Saat meninggal dunia, mendiang dokter Stefanus sedang melakukan pekerjaan sebagai dokter anestesi di RSPI Bintaro Jaya, bukan dalam tugas sebagai peserta didik.
Pada saat ditemukan tidak berdaya, mendiang sedang bertugas jaga 24 jam.
Saat itu hanya satu pasien di ICU dan telah pindah ke ruangan serta hanya satu pasien di kamar operasi.
Ia meminta tukar hari jaga dengan rekannya sehingga memungkinkannya untuk jaga 2x24 jam dan libur setelahnya.
Selain di RSPI Bintaro, ia bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo dan dokter jaga di RS Jantung Diagram, Cinere.
Dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, saat dihubungi, kemarin menambahkan mendiang dokter Stefanus merupakan dokter anastesi yang bekerja saat ada operasi setelah itu bisa istirahat.
"Kalau misal jumlah operasi hanya satu pasien dan dokter dapat beristirahat setelah itu bisa saja dokter lanjut jaga bergantung pada kondisi di lapangan." (Pro/H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved