Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Data Subsidi Energi Dimatangkan

Putri Rosmalia Octaviyani
29/6/2017 07:00
Data Subsidi Energi Dimatangkan
(ANTARA/ADENG BUSTOMI)

PADA awal 2018 program subsidi energi listrik dan elpiji diharapkan sudah dapat berjalan dengan skema bantuan sosial.

Saat ini pemerintah masih mempertimbangkan penghitungannya sekaligus menyinkronkan data antara PLN, Pertamina, dan Kementerian Sosial.

"Per kilo subsidinya berapa ini yang akan dihitung kembali, kemudian kita menyatukan data, selama ini jumlah penerima subsidi elpiji sangat besar. Sekarang akan menggunakan basis data terpadu (BDT) 40%," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada Media Indonesia, kemarin.

Khofifah mengatakan rumusan dan penghitungan lebih detail akan hal tersebut hingga saat ini masih terus dirapatkan, baik oleh Kemensos maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengelola infrastruktur energi.

"Kartu keluarga sejahtera sudah bisa diakses enam juta keluarga penerima manfaat. Dari enam juta sudah semua yang menggunakan sistem e-wallet bantuan pangan, sudah dilakukan juga uji coba bantuan energi," ujar Khofifah.

Mensos juga mengatakan selama ini bantuan sosial telah dilakukan dengan terpusat pada satu kartu.

Bila akan ada bentuk bantuan lain, hal tersebut akan dapat dilakukan jika diintegrasikan dengan maksimal.

"Direncanakan, kalau nanti penerimanya rumah tangga akan terdapat sekitar 25 juta dan 2,3 juta yang usaha mikro. Menurut rencana, juga bantuan elpiji 3 kilo untuk usaha mikro sembilan tabung per bulan, sedangkan untuk keluarga tiga tabung per bulan," ujar Khofifah.

Sebelumnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK 20 Juni lalu menyampaikan rencana pemerintah melakukan integrasi semua bantuan sosial (bansos) ke dalam kartu keluarga sejahtera (KKS), khususnya dalam hal ini bansos yang terkait dengan listrik dan elpiji.

Puan menjelaskan integrasi bantuan subsidi listrik dan elpiji memang harus dilakukan secara terkoordinasi sehingga tepat sasaran.

Manfaatnya pun dipastikan sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, lanjut Puan, hal yang harus dimantapkan kembali ialah basis data terpadu.

Puan menyampaikan penyaluran subsidi energi ke bansos akan dilakukan secara nontunai dengan melibatkan bank.

Subsidi listrik dan elpiji akan diarahkan untuk sasaran kelompok 40% masyarakat terbawah.
Pendataan di daerah

Di Maluku dan Maluku Utara, PT PLN setempat telah memastikan subsidi listrik tepat sasaran untuk pelanggan 450 dan 900 VA.

Pendataan subsidi listrik di daerah itu telah mencapai 85%.

"Sampai saat ini kami telah melakukan pendataan subsidi listrik mencapai 85% dan sebagian data telah masuk ke pusat. Aplikasinya juga telah kami cek setiap hari per area yakni Ambon, Tual, Ternate, Sofifi, dan Masohi, semua telah kami lakukan dan sekarang kita lihat prosesnya," kata Deputi Manajer pemasaran PLN Maluku dan Maluku Utara (M2U) Mukadim Kamidin di Ambon, Selasa (27/6).

Pendataan itu telah dirampungkan pada 2016.

"Kami telah melakukan pendataan untuk pelanggan 450 VA pada 2016, sebagian telah rampung yakni wajib menerima subsidi listrik," kata dia. (Ant/H-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya