Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Film 12 Mile Bawa Visi Laut Mochtar Kusumaatmadja

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 05:56
Film 12 Mile Bawa Visi Laut Mochtar Kusumaatmadja
Sutradara film “12 Mile: Guiding the Archipelago” Tubagus Deddy (kanan) bersama aktor utama Erlangga Noor (kiri) dalam konferensi pers jelang penayangan eksklusif film tersebut di Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026) malam.(ANTARA/Nabil Ihsan.)

SELAMA ini, publik mengenal Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kedaulatan laut tersebut merupakan buah dari perjuangan diplomasi panjang selama 25 tahun. Kisah heroik inilah yang diangkat oleh MAI Productions melalui film terbaru mereka, 12 Mile: Guiding the Archipelago.

Film ini menyoroti sosok mendiang Mochtar Kusumaatmadja, mantan Menteri Luar Negeri sekaligus Pahlawan Nasional, yang menjadi arsitek utama di balik konsep Wawasan Nusantara. 

Melalui tangan sutradara Tubagus Deddy, film ini berupaya memperkenalkan kembali jasa Mochtar kepada generasi muda yang mungkin hanya mengenalnya lewat buku sejarah atau pemberitaan lawas.

"Dulu pun kami tak tahu apa yang beliau lakukan hingga menjadi pahlawan nasional. Namun, setelah kami meneliti, ternyata memang pemikiran Mochtar, meski sosoknya sederhana, adalah sekaliber internasional," ungkap Deddy dalam konferensi pers jelang penayangan eksklusif di Jakarta Pusat, dikutip Selasa (10/2).

Tantangan Visualisasi Hukum Laut

Premis utama 12 Mile berfokus pada kegigihan diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan status negara kepulauan. 

Perjalanan ini dimulai dari penolakan negara-negara besar hingga akhirnya dunia mengakui kedaulatan maritim Indonesia melalui United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Menariknya, Deddy yang juga merupakan penulis naskah film Ancika (2024), mengakui bahwa menerjemahkan istilah hukum laut internasional ke dalam bahasa audiovisual bukanlah perkara mudah. Ia harus memastikan konsep yang rumit tersebut tetap dapat dicerna oleh penonton awam.

Untuk menjaga akurasi sejarah, tim produksi melakukan riset mendalam melalui kajian akademik serta wawancara langsung dengan para saksi sejarah dan anggota keluarga Mochtar. 

Film ini pun tidak hanya menampilkan sisi diplomatik, tetapi juga memperlihatkan sisi humanis Mochtar sebagai seorang ayah dan kepala keluarga.

Takdir Sang Pemeran Utama

Aktor Erlangga Noor, yang dipercaya memerankan sang tokoh utama, mengaku memikul tanggung jawab besar. 

Sebagai alumni Universitas Padjadjaran, almamater yang sama dengan sang tokoh, Erlangga merasa memiliki ikatan batin yang kuat dengan peran ini.

"Saya merasa terhormat bisa memainkan sosok yang begitu fenomenal di kampus saya, Universitas Padjadjaran, mungkin sudah takdirnya, dan saya merasa Prof. Mochtar seperti ‘menunjuk’ saya untuk memerankan beliau di film ini," ujar Erlangga.

Ia berharap film ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi Z dan milenial, akan pentingnya jasa Mochtar dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia di mata internasional.

Penayangan Luas

Film 12 Mile dijadwalkan segera tayang di bioskop-bioskop nasional. Guna memperluas jangkauan pesan sejarahnya, pihak produksi juga akan menggelar acara nonton bareng di berbagai perguruan tinggi serta kantor perwakilan RI di luar negeri. Upaya ini diharapkan dapat menyebarkan semangat Wawasan Nusantara ke seluruh penjuru dunia. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya