Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Aziz Gagap dan Ade Bing Slamet identik dengan komedi. Keduanya dikenal lewat gaya humor spontan, improvisasi dialog, dan ekspresi yang kerap memancing tawa penonton. Namun di film Suzzanna: Dosa di Atas Dosa, keduanya justru menghadapi tantangan yang tidak biasa: diminta untuk tidak terlalu melucu.
Arahan itu datang langsung dari produser Sunil Soraya. Dalam sesi diskusi bersama media, Aziz dan Ade Bing mengungkapkan bahwa komedi dalam film ini benar-benar dikontrol agar tidak keluar dari jalur cerita.
“Dialog kita benar-benar diawasin. Kita nggak boleh improvisasi,” ujar Ade sambil tertawa, mengenang proses syuting film tersebut.
Menurut Ade, pengalaman ini terasa berbeda dari kebiasaan mereka di banyak proyek sebelumnya. Jika biasanya improvisasi menjadi senjata utama, di Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa justru kedisiplinan naskah menjadi kunci.
“Katanya Pak Sunil, muka kalian udah lucu, nggak usah dilucu-lucuin lagi,” ungkap Ade, disambut tawa.
Hal senada disampaikan Aziz Gagap. Ia mengaku sempat merasa aneh karena harus menahan naluri untuk melontarkan humor spontan. Namun seiring berjalannya proses, ia menyadari bahwa pendekatan tersebut justru membuat karakter mereka terasa lebih kuat dan menyatu dengan atmosfer film.
“Biasanya kita improv, tapi di sini ditertibkan. Ternyata hasilnya malah keren,” kata Aziz.
Keduanya sepakat bahwa komedi dalam film ini bukan dihilangkan, melainkan ditempatkan secara proporsional. Humor hadir sebagai bagian dari karakter dan situasi, bukan sebagai tujuan utama. Dengan cara itu, ketegangan dan nuansa gelap khas Suzana tetap terjaga.
Bagi Aziz dan Ade Bing, pengalaman ini menjadi pelajaran penting sebagai aktor. Mereka menyadari bahwa tidak semua peran menuntut kelucuan berlebihan, dan justru pengendalian diri bisa memperkuat cerita secara keseluruhan.
“Kadang kita mikir improv itu selalu bagus. Ternyata kalau ditahan, malah dapet rasa yang lebih pas,” ujar Ade.
Pendekatan tersebut juga menunjukkan arah baru dalam penggarapan Suzana: Dosa di Atas Dosa. Film ini tidak hanya mengandalkan horor dan nostalgia, tetapi juga keseimbangan emosi, antara tegang, gelap, dan sesekali ringan tanpa merusak suasana.
Dengan arahan Sunil Soraya yang tegas namun terukur, Aziz Gagap dan Ade Bing tampil berbeda dari biasanya. Komedi mereka tetap ada, tetapi hadir lebih dewasa dan terkendali, menjadi bagian dari cerita, bukan mendominasinya. Sebuah transformasi yang justru memperkaya warna film Suzana di babak terbarunya. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved