Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Kristen Stewart kini tidak lagi hanya dikenal sebagai bintang di depan kamera. Aktris berusia 35 tahun ini secara mengejutkan menyatakan ketertarikannya untuk duduk di kursi sutradara jika film legendaris Twilight digarap ulang (remake).
Pernyataan ini muncul saat Stewart menghadiri acara Variety’s 10 Directors to Watch and Creative Impact Awards di Palm Springs, California, Minggu (4/1/2026). Stewart baru saja masuk dalam daftar 10 sutradara muda berbakat setelah merilis debut penyutradaraannya yang berjudul The Chronology of Water tahun 2025.
Ketika reporter Entertainment Tonight mengusulkan ide agar ia mengadaptasi kembali seri roman vampir tersebut, Stewart menyambutnya dengan antusias.
"Saya akan sangat senang, dengar. Saya menyukai apa yang dilakukan Catherine [Hardwicke], saya menyukai apa yang dilakukan Chris [Weitz], saya menyukai apa yang dilakukan semua sutradara pada film-film itu," ujarnya.
Mengenang masa-masa awal waralaba tersebut, Stewart menyebut film-film orisinalnya memiliki keunikan tersendiri karena dibuat saat popularitasnya belum meledak. "Bayangkan jika kita memiliki anggaran besar serta limpahan cinta dan dukungan. Saya tidak tahu, saya akan sangat senang mengadaptasi ulang. Ya, tentu, saya akan melakukan remake itu. Saya akan melakukannya! Saya berkomitmen!" tegas pemeran Bella Swan tersebut.
Stewart meraih puncak popularitasnya saat memerankan Bella Swan dalam lima film saga Twilight antara tahun 2008 - 2012. Sepanjang perjalanannya, ia bekerja di bawah arahan sutradara yang berbeda-beda, mulai dari Catherine Hardwicke hingga Bill Condon.
Dalam wawancara sebelumnya dengan The Hollywood Reporter, Stewart sempat memuji ketangguhan Catherine Hardwicke saat mengarahkan film pertama. Menurutnya, menjadi sutradara di tengah ekspektasi besar adalah tantangan yang hampir mustahil.
“Mampu bertahan dan mengatur begitu banyak opini, namun tetap membuat sesuatu yang terasa seperti milikmu, adalah hal yang hampir mustahil untuk dilakukan,” kenangnya. “Dengan begitu banyak suara di dalam ruangan dan ekspektasi yang begitu besar, tidak ada yang terasa personal.”
Kini, melalui film The Chronology of Water, Stewart akhirnya menemukan ruang untuk menyalurkan visi seninya sendiri. Ia mengaku bahwa momen menjadi sutradara adalah sesuatu yang telah ia impikan sepanjang hidupnya.
"Saya telah bekerja di film orang lain sepanjang hidup saya, sejak saya berusia sembilan tahun, dan saya merasa segalanya telah membangun momen ini untuk menemukan sedikit ruang bagi diri saya sendiri. Inilah yang ingin saya lakukan seumur hidup saya," pungkasnya.
Film debut penyutradaraan Stewart, The Chronology of Water, saat ini sedang tayang di bioskop. (People/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved