Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Profil Hasto Kristiyanto: Agama, Karier Politik, dan Jejak Aktivisme

 Gana Buana
29/12/2025 14:45
Profil Hasto Kristiyanto: Agama, Karier Politik, dan Jejak Aktivisme
Profil Hasto Kristiyanto.(Instagram)

HASTO Kristiyanto merupakan salah satu figur sentral dalam kancah perpolitikan Indonesia, khususnya sebagai motor penggerak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai berlambang banteng moncong putih, sosoknya kerap tampil di media memberikan pernyataan strategis mewakili partai. Namun, di balik aktivitas politiknya yang padat, banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai latar belakang pribadi, termasuk agama Hasto Kristiyanto, pendidikan, serta perjalanan kariernya dari seorang aktivis hingga menjadi orang kepercayaan Megawati Soekarnoputri.

Latar Belakang dan Agama Hasto Kristiyanto

Lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966, Hasto tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai budaya Jawa dan keberagaman. Terkait pertanyaan publik mengenai keyakinannya, diketahui bahwa agama Hasto Kristiyanto adalah Katolik. Identitas keimanan ini sering kali tecermin dalam prinsip-prinsip moralitas politik yang ia pegang, di mana ia kerap menekankan pentingnya etika, kejujuran, dan keberpihakan kepada wong cilik sebagai manifestasi dari nilai spiritualitas dalam berbangsa.

Hasto dikenal sebagai politisi yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebinekaan, selaras dengan ideologi Pancasila yang menjadi asas partai tempatnya bernaung. Ia kerap menghadiri berbagai acara keagamaan lintas iman dan menekankan bahwa agama harus menjadi inspirasi bagi kemajuan bangsa, bukan alat untuk memecah belah.

Rekam Jejak Pendidikan dan Aktivisme

Sebelum terjun total ke dunia politik praktis, Hasto memiliki latar belakang akademis yang mumpuni. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, mengambil jurusan Teknik Kimia. Semasa mahasiswa, jiwa kepemimpinan dan aktivismenya mulai terasah. Ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan yang membentuk pola pikir kritisnya terhadap situasi sosial-politik di era Orde Baru.

Tidak berhenti di jenjang sarjana, Hasto terus memperkaya wawasan intelektualnya. Ia diketahui menempuh pendidikan lanjutan di Prasetya Mulya Business School untuk gelar Magister Manajemen. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai Sekjen PDIP, Hasto berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pertahanan dari Universitas Pertahanan (Unhan) dengan predikat Summa Cum Laude. Disertasinya yang membahas pemikiran geopolitik Soekarno menunjukkan kedalaman pemahamannya terhadap sejarah dan strategi pertahanan negara.

Perjalanan Karier Politik di PDI Perjuangan

Karier politik Hasto Kristiyanto tidak didapat secara instan. Ia memulai langkahnya dari bawah sebagai kader yang loyal. Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam perjalanan politiknya:

  • Anggota DPR RI (2004-2009): Hasto pernah duduk di kursi parlemen mewakili rakyat. Selama menjadi legislator, ia dikenal vokal dalam menyuarakan isu-isu kerakyatan dan kebijakan energi.
  • Wakil Sekretaris Jenderal: Sebelum mencapai posisi puncak di struktur kesekretariatan, ia dipercaya sebagai Wakil Sekjen yang bertugas mengelola administrasi dan strategi internal partai.
  • Sekretaris Jenderal (Sekjen): Puncak kepercayaan Megawati Soekarnoputri kepadanya terbukti saat ia ditunjuk sebagai Sekjen PDIP. Hasto mencatatkan sejarah sebagai Sekjen PDIP pertama yang dipilih kembali untuk masa jabatan kedua berturut-turut, sebuah bukti kepiawaiannya dalam mengelola dinamika partai terbesar di Indonesia tersebut.

Pandangan Politik dan Spiritualitas

Dalam berbagai kesempatan, Hasto sering mengaitkan antara praktik politik dengan nilai-nilai spiritualitas. Bagi Hasto, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan jalan pengabdian (dedication of life). Ia meyakini bahwa seorang politisi harus memiliki spiritualitas yang membumi, yang artinya nilai-nilai agama harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang menyejahterakan rakyat.

Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh ajaran Bung Karno mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa yang berkebudayaan. Hasto secara konsisten menyuarakan bahwa nasionalisme dan agama di Indonesia tidak bisa dipertentangkan, melainkan saling menguatkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kehidupan Pribadi

Meski menjadi figur publik, Hasto dikenal cukup tertutup mengenai detail kehidupan keluarganya demi menjaga privasi. Ia menikah dengan Maria Stefani Ekowati dan dikaruniai dua orang anak. Keseimbangan antara tugas berat sebagai politisi dan peran sebagai kepala keluarga dijalani Hasto dengan prinsip kedisiplinan yang tinggi.

Kombinasi antara latar belakang agama Hasto Kristiyanto yang taat, intelektualitas akademisi, serta loyalitas ideologis menjadikannya salah satu politisi paling berpengaruh di Indonesia saat ini. Perannya sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan PDIP, terutama dalam menghadapi momen-momen politik penting seperti Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya