Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bonita dan Adoi: Jadi Orangtua tidak Ada Sekolahnya 

Cornelius Juan Prawira
15/12/2025 20:26
Bonita dan Adoi: Jadi Orangtua tidak Ada Sekolahnya 
Bonita dan Adoi(MI/Cornelius Juan Prawira)

ORANGTUA dan sekolah bisa mendidik anak tentang bagaimana seharusnya menjadi “anak”.  Namun saat menjadi orangtua, siapa yang mampu mengajarkannya? Pertanyaan itulah yang diungkapkan duo musisi yang juga pasangan suami istri asal Salatiga, Jawa Tengah, Bonita dan Adoi.

“Kalau jadi orangtua tuh yang ngajarin siapa dan belajarnya di mana?” ungkap Adoi yang berbusana kemeja dan topi wol beret hitam, sembari memegang gitar akustik selepas menyanyikan lagu Tidurlah, Nak bersama sang istri. Lagu itu jadi salah satu soundtrack (OST) film Bara dan Hutan Rahasia produksi High Angle Picture.

Tentang lagu itu, Adoi mengungkapkan pengalaman dirinya ternyata serupa dengan film itu. Menjadi orangtua dari satu putra berumur 17 tahun, ia menanyakan kesiapannya sendiri melepas anaknya keluar dari rumah, sekaligus bagaimana membuat anaknya siap.

“Kita nyiapin anak pada 'rimba'-nya nanti itu bagaimana?” ungkap Adoi menyamakan usia putranya dengan tokoh bernama “Bara” dalam film. 

Baginya, film ini juga tepat jadi refleksi untuk anak dalam memahami berbagai macam pengalaman yang dihadapi orangtua saat melepas anaknya.

Meski rilis film masih dinantikan, Bonita mengatakan film itu lebih dari menceritakan petualangan tiga orang anak di suatu hutan. 

“Kalau untuk anak-anak mungkin petualangan. Tapi, untuk orangtua adalah bagaimana kita melepaskan anak-anak kita untuk mempunyai petualangan sendiri,” katanya dalam acara acara perilisan album Petualangan Bara di Cinere, Kota Depok, Minggu (14/12) malam.

Mendengar setiap lagu dinyanyikan, muncul satu lagu yang menggambarkan ungkapan Bonita. “Hadapi longsornya tanah basah…juga semak belukar. Apapun…mereka…terus berjalan,” penggalan frasa lagu “Perjalanan Hutan Rahasia” itu disenandungkan Bonita dengan ukulele serta iringan nada gitar akustik dari suaminya.

Kolaborasi dengan klub menulis lagu

Beberapa lagu dalam soundtrack film lahir dari kolaborasi dengan rekan-rekan dalam KEMUL atau Kelompok Menulis Lagu. Kelompok ini diinisiasi Adoi di tahun 2019 dan berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah. 

Pekerjaan mingguan peserta aktivitas ini adalah menciptakan lagu. Setiap karya pun memperoleh wadah untuk ditampilkan melalui acara tahunan, Festival KEMUL.

Salah satunya hasil kerja sama itu adalah lagu bertajuk Hati Merimba, gubahan Johannes Latuny beserta istrinya, Olivia Isabela Tuhumena. Duo ini menamai diri mereka Mata Bulan. Dalam ruang layaknya rumah, mereka bersenandung bersama Adoi dan Bonita.

“Di tengah rimba…janji bermula…akan kujaga. Di sana cinta…jiwa bersua…pada semesta,” larik awal pada lagu yang dibuka dengan kekuatan suara Mata Bulan serta Bonita serta iringan gitar Adoi. Semilir angin malam Jakarta turut menghembus bersamaan dengan lagu yang bernuansa tenang itu. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya