Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Sepanjang tahun 2025, perfilman Indonesia mencatat sejumlah keberhasilan box office yang mentereng. Berdasarkan data terakhir, setidaknya film pada urutan terakhir daftar ini berhasil mendapatkan penonton sebanyak 1.2 juta. Berikut 7 film Indonesia terlaris di tahun 2025.
Jumbo mendapatkan lebih dari 10 juta penonton pada tahun ini. Mendominasi box office, film garapan Ryan Adriandhy ini bukan hanya menjadi film terlaris 2025, tetapi juga menembus rekor sebagai salah satu film Indonesia dengan penonton terbanyak sepanjang masa.
Dengan ini Jumbo berhasil menggeser KKN di Desa Penari yang memuncaki nomor satu klasemen film terlaris sepanjang maksa. Rekor ini sekaligus menjadi pencetus film animasi dengan jumlah penonton terbanyak, bahkan menggeser dominasi film horror.
Dengan penonton lebih dari 4.7 juta, drama thriller ini mencatat capaian kuat dan menempati posisi kedua film terlaris di tahun ini. Memiliki waktu perilisan yang sama dengan Jumbo, yaitu pasca Idul Fitri sebenarnya Pabrik Gula sempat meledak pada awal-awal perilisan sebelum akhirnya disusul Jumbo.
Film yang dibintangi oleh ex member JKT48, Adzana Ashel ini berhasil menempatkan diri pada posisi 3 film terlaris. Film horror yang diangkat dari kisah nyata ini tembus lebih dari 3.2 juta penonton.
Komang merupakan salah satu film Indonesia yang meraih pencapaian besar di tahun 2025, dengan jumlah penonton mencapai sekitar 3 juta orang. Film ini dirilis pada kuartal kedua 2025, tepat pada periode libur sekolah dan cuti bersama nasional. Waktu yang sama dengan perilisan Jumbo dan Pabrik Gula.
Film ini diproduksi oleh Leo Pictures ini meraih jumlah sebanyak 2,8 juta penonton.
Qodrat 2 melanjutkan kisah tokoh utama, Qodrat (diperankan oleh Vino G. Bastian), setelah peristiwa di film pertama. Film ini meraih sebanyak 2.2 juta penonton bioskop. Film berdurasi 115 menit ini diproduksi oleh Rapi Film, serta disutradarai oleh Charles Gozali dan Imron Ayikayu.
Dirilis pada pertengahan 2025, film karya sutradara ternama, Joko Anwar ini mengambil tema aksi diiringi dengan gore. Film ini berlatar Indonesia tahun 2027 ketika situasi sosial dilanda diskriminasi, kekerasan, dan ketidakstabilan.
Joko Anwar melalui film ini menyampaikan kritik sosialnya mengenai isu pendidikan. Pengepungan di Bukit Duri sukses meraup 1.9 juta penonton layar lebar. (Sumber: Wikipedia)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved