Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dramawan Legendaris Inggris Sir Tom Stoppard Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

Thalatie K Yani
30/11/2025 07:41
Dramawan Legendaris Inggris Sir Tom Stoppard Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun
Sir Tom Stoppard, dramawan peraih Oscar dan salah satu penulis terbesar Inggris, meninggal dunia pada usia 88 tahun. (Media Sosial X)

SIR Tom Stoppard, salah satu dramawan paling ternama dari Inggris, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan pihak agensinya, yang menyebut sang penulis “meninggal dengan tenang di rumahnya di Dorset, dikelilingi keluarga”.

Raja Charles III dan Ratu Camilla menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian “salah satu penulis terbesar Inggris”. Dalam pernyataan resminya, mereka berkata, “Seorang sahabat yang menampilkan kejeniusannya tanpa kesombongan; ia bisa dan memang menulis tentang topik apa pun, menantang, menggerakkan, dan menginspirasi penontonnya, lahir dari perjalanan sejarah pribadinya.”

Mereka menutup dengan kutipan Stoppard yang terkenal, “Lihat setiap pintu keluar sebagai pintu masuk ke tempat lain,” dari karyanya Rosencrantz and Guildenstern Are Dead, salah satu karya panggung paling ikoniknya selain The Real Thing.

United Agents, dalam pernyataan resminya, menyebut Stoppard akan dikenang atas “karya-karyanya yang brilian dan penuh kemanusiaan, kecerdasannya, sikapnya yang penuh humor, kemurahan hati, serta cintanya pada bahasa Inggris”.

Selama lebih dari enam dekade, Stoppard memikat dunia teater melalui karya-karya yang mengeksplorasi tema filosofis dan politik. Musisi Sir Mick Jagger mengenangnya sebagai “dramawan favorit” yang meninggalkan “warisan karya intelektual dan menghibur”. Sementara itu, penerbit Faber Books menyebutnya sebagai “salah satu dramawan paling gemilang dalam enam puluh tahun terakhir”.

Oscar dan Golden Globe

Selain teater, Stoppard juga menulis untuk film, televisi, dan radio. Ia meraih Oscar dan Golden Globe berkat skenario film Shakespeare in Love. Ia juga mengadaptasi novel Anna Karenina (2012) dan merilis karya semi-autobiografis Leopoldstadt pada 2020, yang memenangkan Olivier Award dan empat Tony Awards.

Lahir dengan nama Tomas Straussler di Cekoslowakia, Stoppard melarikan diri dari Nazi dan kemudian menetap di Inggris. Ia kemudian mengetahui bahwa seluruh kakek-neneknya, yang berdarah Yahudi, meninggal di kamp konsentrasi. “Saya merasa sangat beruntung tidak harus bertahan hidup atau mati,” katanya dalam wawancara dengan majalah Talk tahun 1999.

Ia memulai karier sebagai jurnalis di Bristol pada 1954 sebelum menjadi kritikus teater. Kariernya sebagai dramawan melejit pada 1960-an setelah Rosencrantz and Guildenstern Are Dead dipentaskan di Edinburgh Fringe, kemudian di National Theatre dan Broadway.

Gelar Bangsawan

Sepanjang hidupnya, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk gelar bangsawan dari Ratu Elizabeth II pada 1997. Organisasi Olivier Awards menyatakan teater West End akan meredupkan lampu selama dua menit pada 2 Desember sebagai penghormatan.

Banyak sosok dunia seni memberikan penghormatan, termasuk Rupert Goold yang menyebut Stoppard sebagai “pribadi paling mendukung dan dermawan”, Royal Court Theatre yang memujinya sebagai penulis yang menelusuri “misteri terdalam tentang kebenaran dan kefanaan manusia”, serta Sir Tim Rice yang mengaku “mengagumi hampir semua hal yang ditulisnya”. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya