Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Band legendaris Green Day baru-baru ini melontarkan sindiran kepada Will Smith di media sosial, menyusul kontroversi seputar video tur yang diduga memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Will Smith, yang juga dikenal sebagai musisi, dihadapkan pada tuduhan menggunakan AI untuk menambah efek kerumunan penonton dalam video terbarunya, agar suasana tur terlihat lebih meriah.
Sementara itu, Green Day membagikan cuplikan video dari konser mereka di tur Amerika Selatan melalui akun TikTok resmi. Dalam video tersebut, terlihat para penggemar menyanyi lagu hits mereka, “Basket Case”, dengan antusiasme tinggi.
Mereka menambahkan keterangan bercanda namun bernada sindiran, “Don’t need AI for our crowds 😜” yang artinya, “Kami nggak butuh AI untuk kerumunan penonton kami 😜”.
Sindiran ini menegaskan bahwa Green Day mengandalkan semangat asli penggemar, tanpa memerlukan teknologi untuk menciptakan suasana meriah.
Will Smith menjadi sorotan media sosial setelah membagikan video tur Eropanya hampir dua minggu lalu. Video tersebut menampilkan montase penonton dengan keterangan, “Bagian favorit saya dari tur adalah melihat kalian dari dekat. Terima kasih sudah datang.”
Namun, tak lama setelah itu, warganet mulai mencurigai kejanggalan dalam video. Beberapa wajah penonton tampak aneh, seperti distorsi atau buram.
Ada klaim bahwa beberapa orang di video bahkan memiliki jari tambahan atau tangan yang tidak wajar-tanda manipulasi digital khas AI. Penampilan penonton di jarak dekat juga terlihat terlalu mulus dan tidak alami.
Meski menjadi perbincangan hangat, Smith dan timnya belum memberikan komentar resmi. Sementara itu, beberapa pihak melakukan investigasi independen dengan hasil yang bervariasi.
Salah satu analisis mendalam datang dari Andy Baio, seorang blogger teknologi. Ia melacak akun Instagram Smith dan menemukan bahwa beberapa cuplikan yang mencurigakan dalam video, terutama yang menunjukkan penonton dengan poster, ternyata sudah muncul dalam foto-foto yang pernah diunggah sebelumnya.

Temuan ini semakin memicu dugaan bahwa video Smith menggunakan AI. Namun, apakah benar ada manipulasi digital, atau sekadar kesalahpahaman dari efek visual dan kualitas gambar?
Baio dan pengamat lainnya juga mengungkapkan kemungkinan bahwa video Smith menjadi “korban” eksperimen YouTube tanpa sepengetahuan kreatornya. Seorang juru bicara YouTube mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang melakukan uji coba peningkatan gambar pada beberapa YouTube Shorts. Perbandingan antara versi Instagram dan YouTube Shorts mendukung teori ini.
Namun, Baio dan lainnya berpendapat bahwa ada cukup bukti bahwa teknologi AI digunakan dalam video Smith. Kemungkinan besar tim Smith menggunakan foto-foto lama dan mengonversinya ke model “image-to-video” untuk membuat klip animasi yang cocok untuk montase konser.
Teknologi serupa sebelumnya digunakan sutradara Andrew Dominik untuk menganimasikan foto-foto Elvis Presley dalam video Nick Cave and the Bad Seeds berjudul “Tupelo.” (Rollingstone.com/Z-10)
Di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital, banyak perusahaan, terutama skala kecil dan menengah, masih menghadapi tantangan dalam proses rekrutmen yang memakan waktu dan biaya besar.
Pengakuan ini menempatkan Jefferson dalam jaringan global High-Impact Entrepreneurs yang dinilai mampu mendorong transformasi ekonomi di pasar berkembang.
Co-founder Block, Jack Dorsey, mengumumkan PHK terhadap 4.000 lebih karyawan. Ia menyebut penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) membuat tim kecil bekerja lebih baik.
OpenAI catat lonjakan prompt Ramadhan 85% di ChatGPT Indonesia. Simak cara optimasi AI untuk menu sahur, jadwal ibadah, dan ide bisnis via Agent Mode.
PEMANFAATAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI dinilai mampu mendukung tenaga medis dalam mengidentifikasi kanker paru sejak tahap awal
Vice President Google Darren Mowry memperingatkan dua jenis startup AI yang berisiko sulit bertahan, yakni LLM wrapper dan agregator AI, jika tidak memiliki diferensiasi bisnis yang kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved