Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIKENAL karena karyanya di film-film seperti The Girl who Leapt Through Time, Wolf Children, Mirai yang dinominasikan Oscar, dan, yang terbaru, Belle, Mamoru Hosoda telah menjadi terkenal baik di dalam maupun di luar negeri untuk menjadi salah satu sutradara animasi yang paling dihormati.
Mengutip Crunchyroll, Rabu (19/1), film Belle menceritakan tentang menceritakan Suzu yang tertutup dan jauh dari ayahnya dan dunia setelah kematian ibunya. Ia lalu menempa kehidupan ganda di dunia maya U sebagai bintang musik viral Belle.
Ketika salah satu konsernya terganggu oleh pengguna misterius lain yang dikenal sebagai Beast, mengungkap kebenaran di balik identitas mereka mengungkapkan lebih banyak tentang Suzu, U, dan sifat simbolis Belle dan Beast daripada yang dia duga sebelumnya.
Baca juga: Lewati Bioskop, Turning Red akan Langsung Hadir di Disney+
Kisah film terbarunya, Belle, secara longgar terinspirasi oleh dongeng klasik Eropa Beauty and the Beast, yang telah diadaptasi ke layar perak sebelum termasuk yang paling terkenal dengan mahakarya Prancis John Cocteau pada 1946 dan sebagai musikal animasi Disney pada 1991.
Lewat Belle, Hosoda telah menawarkan pandangannya sendiri yang melekat pada akar cerita abadi sambil menyimpang dari bahan sumber untuk menempatkan spin kontemporer yang diresapi internet pada kisah tersebut dan makna keindahan yang menjadi miliknya sendiri.
"Saya menyukai kisah Beauty and the Beast bahkan sebagai seorang anak, dan apa yang saya suka tentang itu adalah cara nilai-nilai Anda terbalik. Apa yang Anda anggap cantik ternyata jelek, dan apa yang Anda anggap jelek ternyata cantik. Sebagai mahasiswa, saya melihat versi Jean Cocteau dan saya sudah merasakan daya tarik Beast sebagai karakter di sana," papar Hosoda.
Ia mengatakan, sementara dirinya menyukai versi Jean Cocteau dan versi Disney, ia ingin membuat film itu semakin relevan untuk penonton di hari ini. Ia menyadari bahwa perubahan terbesar adalah apa yang kita anggap atau definisikan sebagai kecantikan.
"Bagi saya, kekuatan adalah keindahan dan mampu tumbuh dan menjadi lebih kuat adalah indah dan cantik," kata Hosoda.
"Itulah yang dilakukan Suzu ketika dia bertemu dengan diri lain yang ada di dalam dirinya yang disebut Belle. Belle membantunya menjadi versi dirinya yang lebih kuat, dan itulah kecantikan yang saya definisikan hari ini," tambahnya.
Sementara itu, Belle (judul Jepang: Ryuu to Sobakasu no Hime) tengah tayang di sejumlah jaringan bioskop Indonesia mulai 12 Januari lalu.
Selain disutradarai oleh Hosoda, film ini dibintangi oleh Kaho Nakamura sebagai Suzu/Belle, Takeru Satoh sebagai Beast/Kei, Lilas Ikuta YOASOBI sebagai Hiroka, dan Ryo Narita sebagai Shinobu. (Ant/OL-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Kembalinya One Piece musim semi ini menandai transisi besar dalam narasi anime garapan Eiichiro Oda tersebut.
MERAYAKAN Ramadan 2026, Visinema Studios kembali menghadirkan fase kreatif terbaru dari IP animasi keluarga yang telah menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak Indonesia, Nussa.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Samsung One UI 8.5 hadirkan fitur kustomisasi animasi buka kunci. Simak cara mengatur dan daftar fitur baru One UI 8.5 di sini.
Kostum gala Judy Hopps dan Nick Wilde di Zootopia 2 dirancang Griselda Sastrawinata-Lemay, ilustrator Indonesia-AS. Ia membagikan inspirasi dan tantangan desainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved