Rabu 20 Januari 2021, 18:50 WIB

Dewi Lestari Segera Rilis Karya Tertuanya Berjudul Rapijali

Mediaindonesia.com | Hiburan
Dewi Lestari Segera Rilis Karya Tertuanya Berjudul Rapijali

ANTARA/Darwin Fatir.
Dewi Lestari

 

Penulis Dee Lestari bersiap meluncurkan karya fiksi terbarunya berupa novel berjudul Rapijali dalam versi cetak dan digital pada tahun ini.

Sebelum dilansir dalam bentuk edisi cetak, Rapijali akan hadir sebagai cerita bersambung (cerbung) digital melalui platform Storial.co. Sementara untuk edisi cetak, Dee yang kembali bekerja sama dengan Bentang Pustaka menjadwalkan perilisannya pada akhir Februari 2021.

Rapijali digital nantinya dilengkapi fitur Forum untuk membangun suasana membaca bersama komunitas seperti yang pernah terwujud menjadi Digitribe Aroma Karsa, yakni kumpulan pembaca cerbung Aroma Karsa yang masih solid hingga kini.

Melalui fitur forum yang disediakan oleh Storial.co, para pembaca bisa saling berkomentar, mengobrol, dan bertukar meme untuk merespons potongan demi potongan cerita yang mereka nanti setiap minggunya.

Tak hanya itu saja, Dee Lestari bahkan ikut serta menemani pembaca selama cerbung berlangsung dan ikut berinteraksi di Forum.

"Dengan keterbatasan mobilitas di masa pandemi, hadirnya bacaan seru yang bisa dinikmati berkala di rumah lewat gawai masing-masing pasti jadi hiburan menyenangkan," kata Dee dalam siaran persnya, Rabu.

"Tapi, mengingat sensasi membaca buku cetak yang tidak tergantikan, kami pun mengawinkan kedua format tersebut melalui paket penawaran akses premium dengan manfaat penuh bagi pembaca, sehingga baik pembaca digital maupun cetak sama-sama diuntungkan," imbuh dia.

Akses premium ditawarkan dalam jumlah terbatas yakni 2.000 pembaca.

Rapijali merupakan manuskrip tertua Dee Lestari yang sudah "tertidur" selama 27 tahun. Karya itu mengangkat tema utama yang dekat dengan kehidupan Dee Lestari yakni musik, juga dilengkapi sentuhan unsur drama keluarga, politik, dan persahabatan khas remaja.

Rapijali berkisah tentang Ping, remaja perempuan berusia 17 tahun yang hidup damai di Pantai Batu Karas bersama kakeknya yang seorang pemusik di rumah mereka dekat tepian Sungai Cijulang.

Dengan bakat musiknya yang istimewa, Ping merasa tidak memiliki wadah di Batu Karas. Namun, dia tidak berani bercita-cita besar karena keterbatasan yang melingkupi hidupnya.

Hidup Ping mendadak jungkir balik ketika dia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon Gubernur. Dia harus menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru. Dari sana, Ping menyadari hidupnya ternyata tidak sesederhana yang ia duga. Ada sesuatu dari masa lalunya yang menanti untuk dikuak. (Ant/OL-12)

Baca Juga

slantmagazine.com

Kisah Hidup Penyanyi Janet Jackson Bakal Dibuat Film

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 04 Maret 2021, 17:13 WIB
Kisah hidup penyanyi Janet Jackson akan dibuat menjadi film dokumenter untuk merayakan ulang tahun album perdananya yang...
Dok TVIng

Sebelas Pemain Mr Queen Reuni di Commentary, Wajib Tonton

👤Siswantini Suryandari 🕔Kamis 04 Maret 2021, 06:01 WIB
Sebelas pemain Mr Queen muncul di acara Commentary, mengungkap di balik sejumlah adegan yang menjadi trending di kalangan...
dok.istagram

Arief Muhammad Bergabung dengan Manajemen Baso Aci Akang

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Maret 2021, 16:00 WIB
ENTREPRENEUR sekaligus influencer Arief Muhammad secara resmi bergabung dengan tim manajemen Baso Aci Akang terhitung sejak akhir Februari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya