Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sonia Wibisono: Wawancara dengan Ahli dari Harvard

Rosmery C Sihombing
19/7/2019 01:00
Sonia Wibisono: Wawancara dengan Ahli dari Harvard
Dokter & Konsultan Kesehatan Sonia Wibisono(Antara)

INFLUENCER yang juga dikenal sebagai dokter, Sonia Wibisono, 42, bersama kedua putranya, Ramses Wardhana Hardjanto dan Rainier Wardhana Hardjanto, berkesempatan bertemu dengan beberapa profesor Harvard Business School (HBS) di Soldiers Field Road, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Hasil wawancara diunggah ke kanal Youtube dr Sonia Wibisono.

"Saya mengajak mereka wawancara untuk mendapatkan nilai, pengalaman, dan perspektif keilmuan tentang bisnis dan entrepreneurship yang nantinya menjadi bekal agar memberi manfaat kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Sonia ketika ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, pekan lalu.

Profesor yang diwawancarai ialah Professor Tarun Khanna, Professor Geoffrey Jones, Professor Joseph Badaracco, Professor Michael Chu, dan Professor Joseph Lassite. "Kita coba eksplor ide-ide penelitian dan wawasan meraka," kata perempuan kelahiran 11 Oktober 1977 itu.

"Saya harap bisa membantu masyarakat dalam mengembangkan bisnisnya, tidak hanya secara nasional, tapi juga secara internasional, terutama generasi Y dan Z," jelas Sonia terkait dengan unggahan hasil wawancaranya di Youtube.

Selain itu, lanjut Sonia, diharapkan ada sudut pandang menarik mengenai dunia bisnis Indonesia jika dibandingkan dengan negara tetangga, India dan Tiongkok, yang lebih maju dan berpotensi menjadi negara besar karena jumlah penduduknya yang banyak.

Dengan populasi ke-7 terbesar di dunia, maka tidak mustahil di tahun-tahun mendatang Indonesia menduduki peringkat atas dalam bisnis internasional. Meskipun begitu, banyak hal yang diperbaiki pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Semoga politik Indonesia pun mendukung dan kondusif, bebas dari demo dan ancaman perbedaan yang ada, dan selalu menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sehingga perekonomian pun bisa melejit menjadi baik," jelas Sonia.

Kembangkan bisnis
Sonia bukan pendatang baru dalam kanal media sosial. Selain Youtube, ia sering mengunggah aktivitasnya dalam akun Instagram, @sonia_wibisono. Ibu tiga anak itu juga terjun dalam bisnis, salah satunya layanan manikur gigi Millionaire's Smile di Jakarta.

Layanan itu disebut dapat menghasilkan gigi yang putih secara cepat. "Manikur gigi bisa meningkatkan kepercayaan diri setiap orang," imbuh Sonia. Millionaire's Smile yang berlokasi di pusat perbelanjaan Sogo, Central Park, didirikan Sonia Wibisono dan Christine Gunadi.

Sonia mengungkapkan, manikur gigi bukanlah servis gigi secara klinis, melainkan layanan estetika dalam wujud pemolesan gigi. Menurutnya, layanan ini aman bagi semua orang, baik lelaki maupun perempuan, di atas usia 13 tahun.

Prosesnya pun tidak sulit. Pertama, tingkat kekuningan gigi dicek, selanjutnya dilakukan penyinaran selama 10 menit agar noda kekuningan  yang menempel pada gigi mudah dilepaskan.

Proses itu diakhiri dengan berkumur untuk membilas obat. Tahap ini diulang, kemudian dilanjutkan dengan kumur untuk membilas obat dan membasuh noda kuning yang telah dilunturkan. Tahap terakhir ialah mengoleskan fluoride untuk mengembalikan mineral gigi yang hilang pada saat perawatan tahap 1 dan 2 sehingga kesehatan dan kekuatan gigi tetap terjaga.

Sonia juga membuka usaha gelato bersama Reisa Broto Asmoro. Bisnis ini dimulai dari kekhawatiran mereka ketika kesulitan mencari sajian untuk anak-anak ketika mengadakan acara. "Biasanya es krim, tinggi lemak dan kalori, kalau anak-anak biasa minum jadi rawan obesitas.

Kalau gelato kan dari buah, banyak vitamin, jadi enggak bikin gemuk anak," jelas Sonia. "Ini juga bebas gluten, jadi bisa untuk anak-anak yang menghindari konsumsi gluten," ujarnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya